Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Juni 2017 | 08:42 WIB

Perusahaan Startup Tumbuh Pesat di China

Oleh : Bachtiar Abdullah | Jumat, 5 Mei 2017 | 18:38 WIB
Perusahaan Startup Tumbuh Pesat di China
warga Beijing keliling kota Naik sepeda - riset
facebook twitter

INILAHCOM, Beijing ---- Jika Anda ke Bejing bakal melihat orang berkeliling naik sepeda membayar bon makan, mungkin Anda pikir Beijing sudah demikian maju meninggalkan negara lain.Di China masa kini merebak jasa berbagi sepeda dengan pembayaran melalui aplikasi online di smartphone.(mungkin mirip dengan model bisnis Gojek di tanah air)

"Pemandangan perkotaan China kini berubah setiap tiga bulan sekali. Itu karena banyak bisnis yang baru berdiri" ujar Kenichi Kokubo, bos Hitachi.

Perusahaan-perusahaan raksasa seperti PetroChina danChina Mobile telah lama hadir . Penjualan PetroChina mencapai sekitar US$ 230 miliar dengam nilai pasar hampir US$ 180 miliar dan menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia.

Namun, 60% output perekonomian China dan 80% pekerjaan diciptakan oleh perusahaan swasta berskala menengah yang tumbuh sangat cepat. Tahun lalu saja, sekitar 5,52 juta perusahaan startup yang masuk .

Ratio startup dibanding dengan jumlah perusahaan tahun lalu di China mencapai 21%. Bandingkan ratio startup di Jepang yangcuma 5% dan di Amerika Serkat 10 % dalam beberapa tahun terakhir.

Lima tahun lalu, ratio startup di China baru mencapai 16% setelah Partai Komunis China mendahulukan stabilitas sosial dan mendorong kewirausahaan fokus menciptakan lapangan kerja.

Perdana Menteri Li Keqiang mempromosikan "kewirausahawanan dan inovasi massal" pada World Economic Forum di Tianjin, musim panas 2014.

Pada 2016 lebih dari 600 ribu mahasiswa mendirikan perusahaan baru yang sebagian biaya kantornya dibantu pemerintah.

Mungkin Anda membayangkan perekonomian komunis di China diatur sangat ketat. Tapi bidang bisnis "berbagi" seperti layanan berbagi sepeda relatif bebas dari campur tangan birokrasi. "lingkungan bisnis sangat bebas," ujar seorang eksekutif perusahaan AS.

(Dari berbagai sumber berita)

 
x