Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 Juli 2017 | 01:38 WIB

Gaduh Pertumbuhan Ekonomi RI, Istana Surati SCMP

Oleh : M fadil djailani | Sabtu, 6 Mei 2017 | 13:27 WIB
Gaduh Pertumbuhan Ekonomi RI, Istana Surati SCMP
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pihak Istana Negara memberikan penjelasan atas polemik pernyataan Presiden Joko Widodo tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia nomor 3 di dunia.

Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin mengatakan, pernyataan tentang perekonomian Indonesia terbaik ke-3 yang disampaikan Presiden Jokowi saat berada di Hong Kong, 1 Mei 2017 itu, dalam konteks negara anggota G20.

"Menanggapi artikel Jake Van Der Kamp di South China Morning Post 1 Mei 2017, perlu kami jelaskan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutarakan angka perbandingan pertumbuhan ekonomi dalam konteks posisi Indonesia di antara negara-negara anggota G-20," kata Bey dalam keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu (6/5/2017).

Ia menambahkan, saat Jokowi berbicara tentang peringkat pertumbuhan ekonomi Indonesia, di layar sedang terpampang tayangan mengenai pertumbuhan ekonomi negara-negara G-20. Di mana, Indonesia berada di posisi ke-3, setelah China dan India. "Inilah konteks penjelasan Presiden kepada sekitar 5.000 warga Indonesia yang hadir di Asia World Expo, Hong Kong, 30 April 2017," ujar Bey.

Pernyataan ini merupakan klarifikasi dari artikel dari ekonom Hong Kong, Jake Van Der Kamp yang dimuat South China Morning Post (SCMP) pada 1 Mei 2017. "Kritik ini justru yang keliru. Van Der Kamp tidak mengetahui latar belakang penjelasan Presiden dan kemungkinan besar tidak hadir di ruangan saat Presiden Joko Widodo menjelaskan tayangan itu. Van Der Kamp sudah mengambil kesimpulan yang sangat keliru tanpa memahami konteks pembicaraannya," kata Bey.

Agar polemik ini segera berakhir, kata Bey, Istana Negara sudah melayangkan surat klarifikasi kepada pihak SCMP. "Kami telah mengirimkan penjelasan ini melalui surat elektronik kepada pihak South China Morning Post untuk segera dimuat," kata Bey. [ipe]

 
x