Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 28 Mei 2017 | 11:41 WIB

Mega Proyek 35.000MW, Realisasinya Hanya 743MW

Oleh : - | Senin, 8 Mei 2017 | 05:09 WIB
Mega Proyek 35.000MW, Realisasinya Hanya 743MW
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian ESDM mencatat, 37 proyek pembangkit listrik berkapasitas 743 megawatt (MW), bagian dari mega proyek 35.000 MW, sudah beroperasi.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Sujatmiko mengatakan, mayoritas pembangkit yang beroperasi, menggunakan energi bersih.

"Hingga April 2017, pembangkit listrik dari program 35.000 megawatt yang telah beroperasi sebesar 743 megawatt dan mayoritas berbahan bakar energi bersih," ujar Sudjatmiko di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut dia, proyek 35.000 MW lainnya, masih dalam tahap konstruksi sebesar 13.816MW. Sedangkan yang tahap tanda tangan kontrak 8.210MW, pengadaan 5.845MW, dan perencanaan 7.212MW.

Sujatmiko menyebutkan, sebanyak 30 dari 37 proyek pembangkit yang beroperasi itu menggunakan energi bersih. Mulai dari gas bumi, surya, air, hingga biogas, sedang tujuh proyek lainnya menggunakan diesel.

Pembangkit listrik di pulau terluar dan perbatasan, seperti di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan Papua masih menggunakan pembangkit diesel (PLTD) dengan alasan dapat dibangun dengan cepat sehingga mempercepat pula pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Adapun pembangkit listrik energi bersih yang beroperasi, antara lain Gorontalo Peaker berkapasitas 100MW di Gorontalo dengan menggunakan gas bumi. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Gorontalo berkapasitas 2MW telah beroperasi.

Di wilayah Sumatera, ada sebanyak 16 pembangkit berbahan bakar gas, seperti Mobile Power Plant (MPP) Paya Pasir di Sumatera Utara dengan kapasitas 75MW beroperasi Februari 2017.

Sementara di Kabupaten Banyumas, Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) Logawa Baseh, beroperasi komersial pada Februari 2017.

Di Kalimantan, terdapat empat proyek mobile power plant (MPP), yaitu Pontianak 1-4 yang sudah menyumbang 100MW dengan gas bumi. MPP Pontianak 1-3 beroperasi penuh pada Januari 2017, dan Unit 4 pada akhir 2016. Di Nusa Tenggara Barat, MPP Lombok 1-2 dengan bahan bakar gas sudah beroperasi.

Pemerintah berkomitmen merealisasikan penyediaan listrik sebesar 35.000MW yang 20.000MW, ditargetkan selesai sebelum 2019. Program 35.000MW yang dicanangkan Presiden Joko Widodo pada 2015, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik rakyat. Mudah-mudahan bisa terwujud. [tar]

 
x