Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 01:42 WIB

Kemenkeu Gagas Diskusi Bahas Kemiskinan di Bali

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 8 Mei 2017 | 15:03 WIB
Kemenkeu Gagas Diskusi Bahas Kemiskinan di Bali
Dirjen Perbendaharaan Kemenkau, Marwanto Harjowiryono - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Nusa Dua - Kemenkeu mengumpulkan beberapa institusi donor dunia untuk merumuskan langkah mengentaskan kemiskinan dan mengurangi ketidaksetaraan.

Dirjen Perbendaharaan Kemenkau, Marwanto Harjowiryono egiatan ini merupakan kesempatan untuk berdiskusi mencari solusi dari kemiskinan dan ketidaksetaraan. Kemenkeu mengajak Public Expenditure Management Network In Asia (PEMNA). PEMNA terdiri dari berbagai negara di Asia, dan juga mitra pengembangan PEMNA dari Bank Dunia, IMF, Uni Eropa, Institut Keuangan Publik Korea (KIPF), OECD dan negara-negara donor.

"Hari ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk mendiskusikan peran, strategi, dan pelaksanaan anggaran dan belanja pemerintah untuk meningkatkan standar hidup masyarakat di setiap negara, dengan memperbaiki akar penyebab kemiskinan dan ketidaksetaraan," katanya di Nusa Dua, Bali pada Senin (8/5/2017).

Ia meyakini bahwa bahwa penyediaan sarana pendidikan, keterampilan dan kesehatan dapat mengurangi tingkat kemiskinan. "Saya mempercayai menyediakan sarana pendidikan, keterampilan, dan kesehatan dapat secara efektif meningkatkan pendapatan orang miskin dan berujung pada mengeluarkan mereka dari jerat kemiskinan," tegasnya.

Kegiatan PEMNA yang akan berakhir di 10 Mei 2017 ini dihadiri perwakilan Kementerian Keuangan negara-negara anggota PEMNA antara lain, Brunei Darussalam, Kamboja, Tiongkok, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Myanmar, Mongolia, Filipina, Singapura, Thailand, Timor-Leste, dan Vietnam.

Selain itu juga dihadiri oleh perwakilan dari mitra PEMNA, antara lain: Bank Dunia, Institut Keuangan Publik Korea/the Korean Institute for Public Finance (KIPF), Dana Moneter Internasional/International Monetary Fund (IMF), dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Selain itu dari institusi/lembaga donor untuk Indonesia, antara lain, Asian Development Bank (ADB), Islamic Development Bank (IDB), United States Agency for International Development (USAID), Australian Agency for International Development (AUSAID), Japan Internasional Cooperation Agency (JICA), Kreditanstalt fur Wiederaufbau (KFW) dan Canadian International Development Agency (CIDA), sehingga jumlah peserta yang hadir kurang lebih 200 orang. [hid]

 
Embed Widget

x