Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 17 Agustus 2017 | 16:34 WIB

Ekonom Prediksi Pertumbuhan 2017 Gagal Target

Oleh : - | Selasa, 9 Mei 2017 | 03:29 WIB
Ekonom Prediksi Pertumbuhan 2017 Gagal Target
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ekonom Bank Danamon, Wisnu Wardana memproyeksikan, ekonomi 2017 bisa tumbuh hingga 5,04%. Setelah triwulan I mencatat 5,01%. Kalau itu benar, masih kurang dari target APBN sebesar 5,1%.

"Kami mempertahankan proyeksi pertumbuhan untuk keseluruhan tahun 2017 sebesar 5,04 persen," kata Wisnu di Jakarta, Senin (8/5/2017).

Wisnu menjelaskan proyeksinya itu, telah mempertimbangkan revitalisasi mesin fiskal, konsumsi rumah tangga dan pengeluaran swasta yang sedikit terpengaruh inflasi dari penyesuaian biaya energi.

Meski demikian, kata Wisnu, membaiknya sisi tabungan nasional yang terdampak dari membaiknya kinerja ekspor, bisa memberikan kontribusi terhadap peningkatan permintaan domestik. "Namun, dampaknya terhadap sektor investasi dan konsumsi tidak bisa dirasakan secara langsung. Risiko lainnya terkait dengan penurunan harga komoditas global," kata Wisnu.

Mengenai pertumbuhan ekonomi pada triwulan I sebesar 5,01%, Wisnu menyebut sedikit lebih tinggi dari perkiraan Bank Danamon sebelumnya yakni 4,96%.

Perbedaan estimasi tersebut berasal dari konstribusi panen yang tiba lebih awal. Yang berdampak positif pada triwulan I, dibandingkan 2016, yang baru berdampak pada triwulan II.

"Selain itu, ada tambahan belanja akibat penyelenggaraan pilkada di berbagai daerah yang berdampak pada tumbuhnya konsumsi LNPRT," ujar Wisnu.

Wisnu menambahkan, konsumsi rumah tangga tercatat sedikit melambat pada triwulan I, meski dari sisi tabungan nasional PDB justru meningkat akibat tumbuhnya sektor ekspor yang kuat.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor yang meningkat secara signifikan sejak awal tahun memberikan kontribusi terhadap ekonomi Indonesia yang tumbuh sebesar 5,01% (yoy) pada triwulan I.

"Ekspor triwulan satu 2017 tumbuh positif 8,04 persen dibandingkan triwulan satu 2016 yang minus 3,29 persen. Ini menjanjikan karena bisa tumbuh tinggi," kata Kepala BPS Kecuk Suhariyanto.

Kecuk menjelaskan, membaiknya kinerja ekspor didukung oleh perbaikan ekspor barang nonmigas dan jasa, seiring dengan membaiknya perekonomian serta tumbuhnya permintaan di negara tujuan ekspor utama Indonesia.

Selain ekspor, kinerja pertumbuhan ekonomi pada triwulan I juga didukung komponen konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 4,93%; Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 4,81%; dan konsumsi pemerintah yang tumbuh 2,71%. [tar]

 
x