Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 17 Agustus 2017 | 16:30 WIB

Mahalnya Biaya Reparasi Tambang Freeport

Oleh : - | Selasa, 9 Mei 2017 | 04:09 WIB
Mahalnya Biaya Reparasi Tambang Freeport
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pakar tambang bawah tanah dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Ridho Kresna Wattimena bilang, biaya perbaikan (reparasi) PT Freeport Indonesia (PTFI/Freeport) mencapai US$30 juta.

Ridho menjelaskan, Freeport Indonesia, sebagai satu-satunya perusahaan tambang emas yang menggunakan metode block caving, tidak boleh menghentikan kegiatan penambangan karena perusahaan selanjutnya yang meneruskan operasi akan mengeluarkan biaya kerugian yang besar.

"Cadangan tembaga dan emasnya masih banyak, sebaiknya penambangan tetap dilakukan. Sifat metode block caving sekali kita mulai, harus sampai habis. Kalau kemudian berhenti, begitu mulai lagi biayanya bisa 20-30 juta dolar AS untuk mereparasi kerusakan karena kita enggak nambang," kata Ridho dalam Forum Pakar Indonesia Mining Association di Jakarta, Senin (8/5/2017).

Ia menjelaskan kerusakan jika kegiatan penambangan berhenti dapat timbul karena deposit tambang yang telah dihancurkan tidak segera dikeluarkan dari terowongan endapan sehingga terowongan akan terbebani jika dalam waktu lama hasil tambang tidak segera ditarik.

Ia mencontohkan sebelumnya Freeport menghentikan kegiatan tambang selama sebulan. Untuk memulai operasinya lagi, perusahaan harus mengeluarkan biaya reparasi sekitar US$15 juta.

"Waktu Freeport berhenti sebulan, sekitar 15 juta dolar AS untuk mulai tambang lagi. Itu belum mulai nambang, baru membetulkan terowongannya yang terbebani deposit itu," kata Ridho.

Ia menambahkan jika keadaan terburuknya Freeport tidak lagi melanjutkan kegiatannya, perusahaan yang meneruskan operasi harus memiliki insinyur yang mengerti metode block caving, yaitu yang berpengalaman melakukan penambangan di Freeport.

Ada pun block caving adalah metode penambangan yang bertujuan untuk memotong bagian bawah dari blok bijih sehingga blok bijih tersebut mengalami keruntuhan.

Karakteristik metode ini memakan biaya produksi per ton termurah, biaya operasi padat modal mencapai US$2-10 miliar, pengembangan memakan waktu 15-20 tahun. Umumnya, hanya perusahaan dengan modal besar yang tertarik serta membutuhkan keterampilan tenaga kerja.

Metode block caving yang digunakan di tambang bawah tanah Indonesia hanya di Freeport. Metode tersebut dinilai cocok karena kedalaman lokasi tambang lebih dari 100 meter. [tar]

 
x