Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 08:52 WIB

Ekonomi 2017, Bos Bappenas Yakin Tembus Target

Oleh : - | Rabu, 10 Mei 2017 | 10:05 WIB
Ekonomi 2017, Bos Bappenas Yakin Tembus Target
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro optimis pertumbuhan ekonomi 2017 bisa berada di kisaran 5,1%-5,3%.

"Perkiraan saya, kalau tahun ini mungkin range antara 5,1 persen hingga 5,3 persen," kata Bambang saat melakukan di Jakarta, Selasa (9/5/2017).

Bambang menjelaskan, perkiraan ini telah mempertimbangkan realisasi pertumbuhan ekonomi triwulan I-2017 sebesar 5,01% dan proyeksi pertumbuhan triwulan II-2017 sebesar 5,1%.

Untuk itu, ia mengharapkan kinerja konsumsi rumah tangga, investasi dan belanja pemerintah yang belum terlalu menyumbang kontribusi pada triwulan I, bisa mulai memberikan dampak positif kepada perekonomian mulai triwulan II. "Mudah-mudahan triwulan dua, 5,1 persen bisa dicapai, jadi bisa menjadi basis pertumbuhan pada semester dua, dan mendorong pertumbuhan pada akhir tahun," kata mantan Menteri Keuangan ini.

Terkait pertumbuhan ekonomi di triwulan I-2017 sebesar 5,01%, Bambang memberikan catatan. Lantaran, pencapaian ini masih terkontraksi 0,34% dibandingkan triwulan IV-2016, akibat belanja pemerintah yang masih lambat. "Triwulan satu memang sedikit lambat dibandingkan akhir triwulan empat, karena spending pemerintah lebih rendah. Kita perlu spending lebih cepat (pada awal tahun), bukan lebih besar. Ini masalah timing, kalau lebih cepat, tidak ada kontraksi antara triwulan empat dan satu," kata Bambang.

Selain itu, kontribusi ekspor yang besar pada pertumbuhan ekonomi triwulan I-2017, patut diwaspadai karena masih tergantung dari ekspor komoditas seperti CPO, mineral dan karet, yang sedang mengalami momentum kenaikan harga di tingkat internasional.

"Ekspor polanya didominasi oleh komoditas, terutama perbaikan harga komoditas sawit dan tambang, artinya meski membaik, tapi harga komoditas selalu fluktuatif. Kita tidak bisa pastikan triwulan selanjutnya naik atau turun. Bukan itu yang kita inginkan," ungkap Bambang.

Bambang mengharapkan, kinerja ekspor di masa mendatang bisa didukung oleh ekspor dari sektor manufaktur yang saat ini potensinya untuk tumbuh sangat besar dan lebih tahan terhadap gejolak dibandingkan sektor komoditas yang rentan.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor yang meningkat secara signifikan sejak awal tahun memberikan kontribusi terhadap ekonomi Indonesia yang tumbuh 5,01% (yoy) pada triwulan I-2017.

"Ekspor triwulan satu 2017 tumbuh positif 8,04 persen dibandingkan triwulan satu 2016 yang minus 3,29 persen. Ini menjanjikan karena bisa tumbuh tinggi," kata Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto.

Kecuk menjelaskan, membaiknya kinerja ekspor ini, didukung perbaikan ekspor barang nonmigas dan jasa, seiring dengan membaiknya perekonomian serta tumbuhnya permintaan di negara tujuan ekspor utama Indonesia.

"Perbaikan ekspor ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di negara tujuan ekspor. Selain itu ekspor jasa juga tumbuh sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara," jelas Kecuk.

Selain ekspor, kinerja pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2017 juga didukung komponen konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 4,93%, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 4,81% dan konsumsi pemerintah yang tumbuh 2,71%. "Konsumsi rumah tangga tumbuh tapi sedikit melambat dibandingkan triwulan satu 2016 yang tumbuh 4,97 persen, karena perlambatan penjualan makanan minuman, peralatan rumah tangga, mobil dan transaksi kartu kredit," kata Kecuk. [tar]

 
x