Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 26 Juli 2017 | 05:51 WIB

Triwulan I, Pelindo III Setor Rp1,73 Triliun

Oleh : Dewa putu sumerta | Rabu, 10 Mei 2017 | 15:50 WIB
Triwulan I, Pelindo III Setor Rp1,73 Triliun
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Nusa Dua - Sepanjang triwulan I-2017, PT Pelabuhan Indonesia III (persero/Pelindo III) berhasil mengoleksi laba bersih di atas Rp632 miliar. Naik 20% dari target.

Director & Finance Officer Pelindo III, Saefudin Noer menyatakan, kinerja perseroan yang membawahi 43 pelabuhan di 7 provinsi mulai Bali, NTT, NTB, Jatim hingga Kalsel, sebagian besar adalah daerah wisata.

Tahun 2016, kata Saefudin, laba bersih yang dibukukan Pelindo III sebesar Rp1,51 triliun. Untuk saldo kas tercatat Rp2,29 triliun dan total aset meningkat menjadi Rp23,56 triliun.

"Jumlah ini naik 30 persen dibandingkan tahun 2015 lalu," kata Saefudin didampingi Direktur Komersial dan Operasional Mohammad Iqbal, Direktur Teknik, Teknologi Informasi dan Komunikasi Husein Latief dan General Manager Pelabuhan Benoa Ardhy Wahyu Basuki di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/5/2017).

Saefudin mengungkapkan, saldo kas tercatat Rp1,82 triliun, dan total aset mencapai Rp22,18 triliun. Sementara, aset meningkat 17% dibandingkan 2015. Dari sisi pendapatan usaha 2016 terealisasi Rp7,48 triliun. Jumlah itu meningkat 16% dibandingkan 2015.

"Dengan capaian tersebut, Pelindo III telah memberi kontribusi bagi negara sebesar Rp 1,73 triliun. Angka tersebut berupa pajak Rp1,36 triliun, kewajiban deviden Rp 196 miliar dan sisanya berupa PNBP," kata Saefudin.

Pada 2016, Pelindo III mendapatkan laba tertinggi dibandingkan lainnya. Untuk pengembangan investasi terbesar masih Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur sebesar Rp3,164 triliun. "Sementara Bali kebagian Rp162 miliar, dan NTB hanya Rp11 miliar," imbuh Direktur Komersial dan Operasional Mohammad Iqbal.

Pelindo berencana mengembangkan program Tol Laut dan Rumah Kita BUMN. Dengan tol laut, diyakini bisa menurunkan disparitas harga yang saat ini, masih tinggi. Lewat program Rumah Kita BUMN, diharapkan bisa membantu masyarakat dalam mendapatkan harga bahan secara normal, semisal semen.

"Adanya Rumah Kita, jika semen di pasaran daerah tertentu harganya bisa sampai Rp 75 ribu per sak. akan lebih murah dengan harga hanya Rp47.500. Rumah Kita melakukan pengawasan di lapangan agar masyarakat bisa mendapatkan harga tersebut," jelas Iqbal.

Direktur Teknik, Teknologi Informasi dan Komunikasi Husein Latief menerangkan, terkait pengembangan pelabuhan di Bali khususnya Benoa dan Celukan Bawang diutarakannya kini telah berjalan. "Memang ada yang masih dalam proses yakni perizinannya. Saat ini masih menunggu rekomendasi Wali Kota Denpasar," terang Latief.

Untuk Pelabuhan Celukan Bawang, kata dia, pengembangannya akan menjadi pusat pelayanan energi bersih. Pengembangan Benoa, sesuai Rencana Induk Pengembangan Pelabuhan (RIP), berupa perbaikan talud, pembuatan dermaga untuk kapal negara, pendalaman kolam, renovasi gedung, perluasan fasilitas marina serta penambahan dermaga cruise. [ipe]

 
x