Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 13:42 WIB

Bea Cukai Bersinergi Dorong Ekonomi Sumatera Utara

Oleh : - | Rabu, 10 Mei 2017 | 15:33 WIB
Bea Cukai Bersinergi Dorong Ekonomi Sumatera Utara
(Foto: Inilahcom/dok)
facebook twitter

INILAHCOM, Medan - Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Utara, Iyan Rubianto mengatakan, kegiatan ekspor di Sumatera Utara semakin menurun sejak 2012. Pengusaha dapat membantu menggiatkan perekonomian dengan membuka lahan produksi bawang dan membeli produk garmen dalam negeri.

Demikian diungkapkan Iyan Rubiyanto saat menjadi pemateri dalam seminar nasional "Revitalisasi Pelayanan Bea Cukai, Pajak dan Otoritas Jasa Keuangan Terhadap Percepatan Pengembangan Ekonomi Daerah," yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU) bekerjasama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Medan, Rabu (3/5/2017).

Ia memaparkan tentang kebijakan dan pelayanan Bea Cukai yang berkaitan dengan mendorong peningkatan ekonomi Sumatera Utara. "Para pengusaha dapat membantu meningkatkan dan perekonomian Sumatera Utara, salah satunya dengan membuka lahan produksi bawang dan membeli produk garmen dalam negeri," ujar Iyan.

Setiap upaya pembangunan ekonomi daerah mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan jumlah dan jenis peluang kerja untuk masyarakat daerah. Untuk mencapai tujuan tesebut, pemerintah daerah harus membangun sinergi dengan instansi-instansi yang berkepentingan dan masyarakat untuk mengambil inisiatif pembangunan daerah. Hal ini telah disadari oleh Bea Cukai Sumatera Utara, dengan menjalankan visi misi, tugas dan fungsi, upaya, kebijakan, dan pelayanan memajukan perekonomian di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.

Iyan mengungkapkan, Bea Cukai tidak dapat bergerak sendiri, untuk itu tetap membutuhkan sinergi dengan instansi terkait seperti Direktorat Jenderal Pajak dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Caranya adalah dengan ikut serta dalam program amnesti pajak yang bertujuan untuk memperbaharui database dari wajib pajak, dan merupakan program yang diakui sebagai yang terbaik di dunia di 2016, karena menghasilkan penerimaan negara sebesar Rp135 Triliun, 85 persen dari yang ditargetkan, yakni Rp165 Triliun.

Selain itu, bersama OJK, masyarakat Indonesia diimbau untuk menabung, mengingat tingginya faktor kesenjangan ekonomi yang terjadi saat ini satunya dampak dari rendahnya kesadaran masyarakat akan menabung.

Seminar nasional yang berlangsung di Aula FEB USU dan dibuka Rektor USU, Profesor Runtung Sitepu ini, dihadiri para akademisi USU, para pejabat dari instansi pemerintahan terkait, ratusan mahasiswa, para pengusaha dan kalangan umum.

"Seminar ini adalah salah satu bentuk forum diskusi mengenai kesinambungan antar instansi dan mengenal lebih lagi mengenai peran instansi tersebut dalam menggerakkan perekonomian di Sumatera Utara," tutur Runtung. [*]

Tags

 
x