Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 23:33 WIB

Bulan-bulan Kerontang Industri Sawit Indonesia

Oleh : - | Rabu, 10 Mei 2017 | 17:48 WIB
Bulan-bulan Kerontang Industri Sawit Indonesia
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Industri sawit dalam negeri mulai mengalami masa-masa lesu. Lantaran permintaan dunia turun dalam dua bulan ini.

Kata Bendahara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Kanya Lakshmi Sidharta, ekspor minyak sawit Indonesia terus menunjukkan tren penurunan sejak dua bulan terakhir. Penurunan ekspor ini dipicu oleh tingginya bea keluar pada Februari lalu.

Sementara Maret 2017, kata Kanya, permintaan pasar global menunjukkan perlambatan, sehingga bea keluar yang sudah turun menjadi US$3 per metrik ton, tak mampu mendongkrak ekspor.

Kanya bilang, ekspor minyak sawit termasuk biodiesel dan produk oleochemical, mencatatkan penurunan 5%. Atau mengalami kelongsoran dari 2,66 juta ton pada Februari, menjadi 2,53 juta ton pada Maret ini.

Meski demikian, kinerja ekspor minyak sawit pada kuartal I-2017 masih tercatat naik 23,5% dibandingkan periode sama 2016. Pada kuartal I-2017, ekspor minyak sawit Indonesia mencapai 8,02 juta ton, sementara kuartal I-2016 mencapai 6,49 juta ton.

Angka ini menunjukkan bahwa ekspor minyak sawit Indonesia masih tumbuh positif dan ini tidak terlepas dari kebutuhan konsumsi minyak nabati dunia yang terus meningkat seiring meningkatnya populasi.

Di sisi lain, kinerja produksi minyak sawit Indonesia pada Maret ini naik mencapai 10% atau dari 2,6 juta ton pada Februari terkerek menjadi 2,9 juta ton pada Maret ini.

Sementara stok minyak sawit Indonesia, lanjut Kanya, terus menunjukkan tren penurunan. Padahal, produksi sudah mulai mengalami kenaikan. Hal ini terjadi lantaran ekspor minyak sawit masih tinggi. Tidak imbang dengan kenaikan produksi. Pada Maret ini, stok minyak sawit Indonesia menciut 27% atau dari 1,9 juta ton di Februari turun menjadi 1,4 juta ton pada bulan Maret. [tar]

Komentar

 
x