Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 13:40 WIB

Karena Langka, Bawang Putih Purwokerto Jadi Mahal

Oleh : - | Rabu, 10 Mei 2017 | 18:09 WIB
Karena Langka, Bawang Putih Purwokerto Jadi Mahal
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Purwokerto - Mendekati Bulan Puasa, harga bumbu dapur khususnya bawang putih mengalami kenaikan. Misalnya di Purwokerto, harganya menembus Rp64.000 per kilogram.

Berdasarkan pantauan di Pasar Manis, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mahalnya bawang putih lantaran pasokannya minim. "Kalau yang bagus, saya jual Rp64.000/kg sedangkan yang biasa Rp60.000/kg. Kalau eceran Rp16.000 per 250 gram," kata Siti Jariyah, pedagang di Pasar Manis, Purwokerto, Rabu (10/5/2017).

Ia mengatakan, kenaikan harga bawang putih berlangsung bertahap, sejak dua bulan lalu. Sebelumnya, harga bawang putih hanya berkisar Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram. "Meskipun harganya naik, konsumen tetap saja membelinya karena bawang putih merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat," kata Siti.

Ikhsan, pedagang lainnya mengatakan, kenaikan harga bawang putih terjadi akibat minimnya pasokan di tingkat pedagang besar. "Barangnya sebenarnya ada tapi tidak sebanyak biasanya. Bawang putih seperti ini kan barang impor, di Jawa tidak ada yang tanam," kata Ikhsan.

Menurut dia, harga bawang putih di tingkat pedagang besar atau grosir saat ini berkisar Rp53.000-Rp54.000/kg sehingga dijual kepada konsumen di kisaran Rp60.000/kg.

Selain bawang putih, kata dia, kenaikan harga juga terjadi pada cabai merah besar dan cabai hijau besar. Harga cabai merah besar naik dari Rp20.000/kg menjadi Rp30.000-Rp32.000/kg, sedangkan harga cabai hijau besar naik dari Rp12.000/kg menjadi Rp16.000-Rp18.000/kg.

"Kenaikan harga cabai ini juga karena minimnya pasokan akibat masih tingginya curah hujan. Kalau masih banyak hujan, cabainya jadi jelek, tapi harganya justru naik," kata Ikhsan.

Salah seorang warga yang sedang berbelanja di Pasar Manis, Nasibah mengeluhkan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, salah satunya bawang putih.

Kendati demikian, dia mengaku tetap membelinya karena bawang putih dibutuhkan untuk memasak. "Tadi saya beli seperempat kilogram, harganya Rp16.000, ditawar Rp15.000 enggak boleh," kata Nasibah.

Menurut Nasibah, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat menjelang Ramadan tahun 2017 cukup tinggi. "Padahal, saat menjelang Ramadan tahun kemarin, kenaikannya enggak seperti sekarang. Bagaimana nanti jika sudah Ramadan atau menjelang lebaran, bisa jadi harganya melonjak tinggi," kata Nasibah. [tar]

 
x