Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 09:33 WIB

Janji Manis China di Proyek Kereta Cepat

Oleh : M fadil djailani | Kamis, 11 Mei 2017 | 04:09 WIB
Janji Manis China di Proyek Kereta Cepat
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Tri Kasih Lembong - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Komitmen China untuk meminjamkan dana talangan terhadap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, hingga kini belum terealisasi. Kenapa bisa?

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Tri Kasih Lembong mengatakan, hingga kini, proses financial closing dari proyek KA cepat Jakarta-Bandung, belum terjadi. "Proses financial closing belum, tapi dalam waktu dekat akan ada (financial closing) di Beijing," kata Tom Lembong di Kantor BKPM Jakarta, Rabu (10/5/2017).

Banyak faktor yang menyebabkan China belum mencairkan dana proyek senilai US$5,5 miliar atau setara Rp73,7 triliun (kurs Rp13.400/US$).

Tom, panggilan akrabnya bilang, China punya porsi 40% untuk pembiayaan proyek tersebut. Sisanya yang 60% menjadi tanggung jawab Indonesia. Kedua belah pihak sudah memasukkan modal ke perusahaan patungan yakni PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Tom mengatakan, hingga kini, realisasi investasi dari proyek KA Cepat, baru sekitar US$1 miliar. Di mana, sebesar US$3 miliar yang dijanjikan China, belum terealisasi."Sudah kucurkan US$1 miliar realisasi kedua adalah kredit China Development Bank kepada 3 Bank BUMN," katanya.

Dari kebutuhan dana proyek US$ 5,5 miliar, KCIC berkontribusi 25%, atau setara US$1,375 miliar yang bersumber dari PSBI 15% dan CRI 10%. Modal yang disuntikkan oleh induk KCIC akan dilakukan secara bertahap. Sisa dana sebesar 75%, atau setara US$ 4,125 miliar (Rp 55,2 triliun) bakal ditutup dari pinjaman China Development Bank. [ipe]

Komentar

 
x