Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 11:42 WIB

Karena Ini, Sri Mulyani Jamin Kemenkeu Bebas Calo

Oleh : M fadil djailani | Kamis, 11 Mei 2017 | 05:09 WIB
Karena Ini, Sri Mulyani Jamin Kemenkeu Bebas Calo
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Perkembangan teknologi yang pesat dinilai positif Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Efektif mematikan praktik percaloan termasuk dalam penyusunan anggaran.

Sebelum teknologi berkembang pesat, kata Sri Mulyani, banyak sekali calo-calo anggaran yang berseliweran di Kementerian Keuangan. Mereka sangat diuntungkan dari bocornya anggaran.

"Dulu di kantor perbendaharaan negara (Kementerian Keuangan), kita tidak tahu back atau front office-nya. Kalau mau masuk, dulu di depannya ada banyak perantara itu. Namanya calo," papar Sri Mulyani dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jakarta, Rabu (10/5/2017).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini bilang, setiap pengurusan apapun, proses pencairan apapun, setiap orang harus melalui calo. Akibatnya, banyak sekali anggaran-anggaran negara yang bocor. Atau tidak sesuai dengan kebutuhan negara. "Mau urusan apa, mencairkan apa, itu pakai yang namanya calo," kata Sri Mulyani.

Saat ini, Sri Mulyani menjamin Kementerian Keuangan bersih dari praktik percaloan. Semuanya berkat perkembangan teknologi. Di mana, teknologi memangkas panjangnya birokrasi.

"Dengan mendesain adanya informasi dan teknologi, ketika ada interaksi antara masyarakat dan stakeholder, untuk bisnis dengan Kementerian Keuangan. Kita bisa hilangkan apa yang tadi namanya calo-calo. Hal seperti itu bisa hilang," kata Sri Mulyani.

Dengan teknologi, kata Ani, sapaan akrabnya, masyarakat tak perlu takut untuk datang ke Kementerian Keuangan. Segala urusan yang berkaitan dengan Kementerian Keuangan, tidak ada lagi perantara atau calo, yang justru makin membebani masyarakat.

"Itu sangat penting karena wajah pemerintah langsung terlihat berbeda. Profesionalisme, kepastian, pelayanan, image tentang pemerintah yang melayani tidak hanya muncul di pidato seperti sekarang ini, tapi muncul di keseharian di kantor-kantor pemerintah," tandas Ani. [ipe]

Komentar

 
x