Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 24 Juni 2017 | 10:23 WIB

Konsumen Keuangan Makin Dilindungi Aturan OJK

Oleh : - | Kamis, 11 Mei 2017 | 07:29 WIB
Konsumen Keuangan Makin Dilindungi Aturan OJK
Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang memfinalisasi program Strategi Khusus Perlindungan Konsumen Keuangan yang akan diluncurkan 18 Mei 2017 di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad mengatakan, perlindungan konsumen menjadi pilar terpenting dari lima pilar untuk meningkatkan indeks inklusi keuangan, sehingga OJK perlu membuat strategi khusus. "Kami bersama-sama dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani akan meluncurkan strategi ini," kata Muliaman.

Namun, kata Muliaman, strategi perlindungan konsumen tersebut akan membantu meningkatkan indeks inklusi keuangan Indonesia yang saat ini sudah menyentuh 67,8 persen, berdasarkan Survei Nasional dan Literasi Keuangan terakhir.

Seperti diketahui, pemerintah menargetkan tingkat inklusi keuangan sedikitnya dapat menyentuh 75% pada 2019.

Pada beberapa waktu terakhir, upaya perlindungan konsumen di industri jasa keuangan domestik menjadi sorotan, menyusul banyaknya kasus antara industri jasa keuangan dan nasabah, yang merugikan nasabah.

Akhir pekan lalu, layanan perbankan dalam jaringan milik Bank Mandiri yakni Mandiri Online mengalami cacat sistem (system corrupt) sehingga menimbulkan perbedaan jumlah saldo milik nasabah. Terdapat nasabah yang mengaku dana tabungannya tersedot ke rekening bank lain secara ilegal.

Muliaman mengatakan, OJK sudah memanggil Bank Mandiri untuk meminta penjelasan kasus tersebut. Dalam hal ini, OJK akan terus mengawasi upaya penyelesaian masalah di Bank Mandiri.

Terkait nasabah yang merasa dirugikan atas masalah teknis Mandiri Online, Muliaman mengatakan, nasabah bisa meminta pertanggungjawaban kepada Bank Mandiri. "Mandiri akan berhubungan dengan mereka yang dirugikan langsung, apakah itu diganti atau gimana itu dengan nasabahnya masing-masing," ujar Muliaman. [tar]

 
x