Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 24 Juli 2017 | 15:34 WIB

Pertaruhan Nasib Enggar Jelang Puasa dan Lebaran

Oleh : M fadil djailani | Jumat, 12 Mei 2017 | 06:09 WIB
Pertaruhan Nasib Enggar Jelang Puasa dan Lebaran
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Setelah memantau harga dan pasokan sejumlah kebutuhan pokok di Medan, Semarang, dan Bandung, Selasa (9/5/2017), Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bertolak ke Papua.

Di wilayah paling Timur Indonesia, Enggar turun langsung ke sejumlah pasar di Jayapura, Papua. Dia ingin memastikan bahwa Papua siap menghadapi Puasa dan Lebaran 2017 tanpa adanya kenaikan harga.

"Di Papua, stok beras cukup untuk empat bulan ke depan. Stok gula juga aman. Kami sudah memberikan penugasan kepada Bulog untuk mendistribusikan gula di semua daerah di Papua. Terutama perbatasan," kata Enggar usai meninjau gudang Bulog Divre Papua, dalam rilis, Kamis (11/5/2017).

Khususnya untuk minyak goreng kemasan sederhana, Enggar menemukan masih dijual dengan harga Rp14.000/liter. "Kami sudah meminta minyak goreng kemasan sederhana dengan harga Rp11.000/liter, bisa segera masuk ke pasar di Papua," kata Enggar.

Dalam blusukan ini, mantan politisi Golkar yang melompat ke Nasdem ini, menyempatkan untuk mengecek persediaan beras di gudang Bulog. Berdasarkan data per 9 Mei 2017, stok beras total Perum Bulog Divre Papua sebesar 45 ribu ton. Angka ini diperkirakan cukup untuk 4 bulan.

Selain melongok gudang Bulog Divre Papua, Enggar menggelar rapat koordinasi yang dilaksanakan di Kantor Gubernur Papua di Jayapura. Rakor tersebut membahas kesiapan kota dan kabupaten, serta Provinsi Papua, dalam mengendalikan inflasi. Antisipasi terjadinya lonjakan harga menjelang masuknya Bulan Puasa dan Hari Raya Idul Fitri.

Kata Enggar, pemerintah telah mengambil langkah antisipatif untuk menyambut Bulan Puasa dan Lebaran 2017, yaitu dengan mengidentifikasi ketersediaan stok dan harga bahan pokok, baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah.

Selain itu, diperlukan juga identifikasi langkah-langkah kesiapan instansi terkait dan pelaku usaha bapok, terutama untuk menghindari terjadinya kekurangan stok, gangguan distribusi, dan aksi spekulasi.

Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Berly Martawardaya mengatakan bahwa tindakan antisipasi dari Kemendag ini sangat diperlukan.

"Data 3 tahun terakhir menunjukkan bahwa inflasi pada bulan puasa menjelang Ramadan berkisar pada 1,4 kali hingga 2,8 kali dari rata-rata inflasi di bulan lainnya," kata Berly.

"Antisipasi yang sistematis sangat diperlukan supaya kenaikan inflasi tahun ini bisa ditekan dan lebih rendah. Langkah-langkah Kemendag adalah hal positif yang perlu dilaksanakan secara konsisten dengan memantau ketat kondisi lapangan," lanjut Berly. [ipe]

 
x