Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 22 Agustus 2017 | 04:27 WIB

Aturan HET Migor Sulit Diterapkan di NTB

Oleh : - | Jumat, 12 Mei 2017 | 09:09 WIB
Aturan HET Migor Sulit Diterapkan di NTB
Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Lalu Alwan Basri - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Mataram - Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, bilang, sejumlah pasar modern kesulitan menerapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng kemasan yang dipatok Rp11.000 per liter.

"Pengusaha pasar modern sulit menerapkannya, karena jenis atau merek produk yang disepakati dalam harga eceran tertinggi(HET) Rp11.000 per liter, tidak ditentukan," kata Alwan kepada wartawan di Mataram, NTB, Kamis (11/5/2017).

Pernyataan itu dikemukakan Alwan, karena hampir semua pasar modern di Mataram, sudah tidak ada lagi yang menjual minyak goreng kemasan dengan harga Rp11.000 per liter, sesuai dengan edaran Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Dalam surat erdaran Kemendag tersebut ditetapkan HET untuk minyak goreng kemasan sebesar Rp11.000 per liter, dan gula pasir Rp12.500 per kilogram.

Khusus untuk gula pasir rata-rata semua pasar modern sudah menaati surat edaran tersebut. "Kalau minyak goreng kemasan, kami akui saat ini belum ada lagi seperti saat baru turunnya edaran Kemendag tersebut," kata Alwan.

Ia mengakui, untuk minyak goreng kemasan merek furtune, menurut pengusaha ritel modern masih bisa dijual sesuai HET, namun saat ini pengusaha pasar modern belum mendapatkan kuota distribusi jenis minyak goreng tersebut.

Sementara untuk merek-merek lain, tidak bisa dijual sesuai HET karena harga distributornya lebih tinggi sehingga kalau pengusaha menerapkan HET mereka bisa rugi.

"Karena itulah, untuk penyeragaman HET minyak goreng kemasan di pasar modern ini kami belum bisa berbuat apa-apa," katanya.

Menjawab pertanyaan wartawan, apakah dengan tidak diterapkan HET tersebut ada sanksi yang akan diterima oleh pihak pasar modern, Alwan menjawab edaran itu sifatnya kesepakatan.

Kesepakatan yang dilakukan antara asosiasi pengusaha ritel Indonesia (Aprindo) dengan pengelola pasar swalayan disaksikan Menteri Perdagangan, jadi sifatnya imbauan. "Karenanya, kami tidak bisa menentukan apakah pasar modern yang tidak menerapkan HET bisa dikenakan sanksi atau tidak," ucapnya.

Alwan menambahkan, dalam edaran penetapan HET gula pasir dan minyak goreng itu disebutkan juga bahwa HET tersebut berlaku mulai 10 April sampai 10 September 2017. "Program penetapan HET ini masih uji coba, jika pemerintah menilai program ini efektif untuk menstabilkan harga kemungkinan akan diperpanjang," kata Alwan. [tar]

 
x