Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 13 Desember 2017 | 23:41 WIB

Strategi Menkeu Sri Mulyani Diterapkan

Tokyo Rangkul Beijing Untuk Kerjasama

Oleh : Bachtiar Abdullah | Jumat, 12 Mei 2017 | 12:19 WIB
Tokyo Rangkul Beijing Untuk Kerjasama
Wakil PM Jepang Taro Aso dan Menkeu China Xiao Jie - (Foto: people.cn)
facebook twitter

INILAHCOM, Yokohama - Tokyo khawatir bila perekonomian China bermasalah efeknya dapat merembet ke Jepang dan dunia.

Menteri Keuangan dan wakil Perdana Menteri Jepang Taro Aso berdiskusi dengan Menteri Keuangan China Xiao Jie saat digelar rapat tahuan Asian Development Bank pada Sabtu pekan lalu (7/5 2017) di Yokohama.

Kedua menteri membahas pinjaman macet yang terjadi di China dan kerjasama bilateral Jepang di Asia. Baik taro Aso dan Xiao Jie didampingi oleh para pejabat bank sentral masing-masing, yakni Bank of Japan dan Bank of China.

Rapat yang amat jarang terjadi ini melibatkan para petinggi fiskal dan moneter kedua negara, meskipun terjadi persaingan ketat dalam pengaruh ekonomi antara Jepang dan China.

Untuk membangun Asia, Jepang mengedepankan ADB (Bank Pembangunan Asia) yang telah mengenyam pengalaman panjang dalam pembiayaan pembangunan di berbagai negara Asia, termasuk Indonesia.

Sementara China yang kelebihan uang kini memotori Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) dan berambisi membiayai pembangunan infrastruktur di Asia, dengan menyiapkan cetak biru pengembangan jalur sutera darat dan laut yang membentang dari Asia Tenggara hingga Eropa.

ADB dan AIIB terlihat bersaing ketat berebut membiayai poyek jaringan rel kereta api di India, Indonesia dan Thailand.

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengakui kecanggihan teknologi Jepang yang ramah lingkungan dan ADB yang berpengalaman dalam pembiayaan infrastruyktur. Teknologi Jepang yang ramah lingkungan otomatis mahal, kata Menkeu Sri Mulyani.

Sementara teknologi China biasanya murah dan tidak ramah lingkungan serta AIIB yang belum berpengalaman dalam membiayai proyek Infrastruktur.

Sri Mulyani bersiasat untuk menekan biaya bunga ADB dengan tidak mengorbankan teknologi Jepang. Dan meminta China meningkatkan teknologi dengan biaya bunga rendah dari AIIB. Siasat yang cerdik dari Menkeu Sri Mulyani.

[dari berbagai sumber berita]

Komentar

 
x