Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 September 2017 | 19:41 WIB

Apartemen Gaya Tri Hita Karana Bakal Penuhi Bali

Oleh : - | Sabtu, 13 Mei 2017 | 18:09 WIB
Apartemen Gaya Tri Hita Karana Bakal Penuhi Bali
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Denpasar - Karena harga lahan makin mahal, Real Estate Indonesia (REI) Bali berencana membangun sejumlah apartemen bercirikan budaya khas Pulau Dewata.

"Di Bali kondotel sudah boleh, saya rasa apartemen hunian juga seharusnya bisa. Tetapi tetap harus berbicara dengan ahli budaya dan agama agar tidak keluar dari Tri Hita Karana," kata Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI Bali, Agus Pande Widura di Denpasar, Bali, Sabtu (13/5/2017).

Informasi saja, Tri Hita Karana merupakan filosofi adiluhung yang sangat dihormati warga Bali. Ada tiga landasan penting dalam kehidupan yakni harmonisasi manusia dengan Tuhan, alam atau lingkungan dan sesama manusia.

Menurut Widura, saat ini, rencana pembangunan apartemen bercirikan Tri Hita Karana, masih berwujud wacana. Kalaupun terwujud, REI tetap akan menjunjung pedoman atau peraturan yang berlaku di Bali, seperti tinggi bangunan dibatasi 15 meter. "Sekarang banyak kos. Apa tidak mungkin kami buat tempat tinggal alternatif? Misalnya berbentuk hunian vertikal empat lantai sesuai dengan Perda," imbuh pengusaha perhotelan ini

Ia mengungkapkan, apabila apartemen itu dibangun maka masyarakat Bali lebih diutamakan menghuni hunian vertikal tersebut karena masih banyak masyarakat setempat yang membutuhkan rumah namun terkendala harga lahan yang tinggi.

"Jika didominasi dari luar yang investasi apartemen di Bali sedangkan di Bali masih butuh, kalau orang luar bisa beli (apartemen) itu harga nanti bersaing lagi. Kan buat formula bagaimana mendahukukan orang lokal," ucap Widura.

Begitu juga apabila ada pengembang yang ingin membangun hunian di Bali, ia mengharapkan agar menggandeng pengembang lokal agar dapat mengawal sesuai dengan aturan dan budaya yang ada di Pulau Dewata.

Bahkan, lanjut Widura, harga rumah di Bali masih lebih mahal dibandingkan harga yang berlaku di Jakarta apabila dibandingkan dengan hunian apartemen. Di Jakarta saja, luas lahan hanya 50 are, bisa dibangun apartemen hingga 20 lantai. Dengan cara ini, harga jual per unit bisa ditekan.

Sedangkan dengan luas lahan serupa, lanjut dia, hanya dapat dibangun sekitar 35 unit rumah dengan harga per unit yang jauh lebih mahal.

Sekretaris DPD REI Bali Tino Wijaya menambahkan pihaknya telah melakukan kajian harga hunian vertikal tersebut bisa lebih rendah dibandingkan harga rumah biasa.

Ia memperkirakan harga hunian apartemen mencapai pada kisaran Rp300 juta hingga Rp400 juta per unit tipe studio ukuran bangunan sekitar 36 meter persegi dengan tiga kamar tidur dengan perkiraan cicilan per bulan Rp3 juta hingga Rp5 juta.

Dibandingkan dengan rumah biasa misalnya di Denpasar bisa dijual dengan harga berkisar Rp600 juta hingga Rp700 juta dengan perkiraan cicilan Rp6 juta hingga Rp7 juta.

Pihaknya akan lebih intensif menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah dan sudah ada beberapa pemda yang memberikan lampu hijau. "Beberapa Pemda support karena memahami kebutuhan hunian tinggi tetapi tetap harus jaga budaya," kata dia. [tar]

 
x