Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 September 2017 | 14:27 WIB

Terbitkan Larangan Cantrang, Menteri Susi Sembrono

Oleh : M fadil djailani | Sabtu, 13 Mei 2017 | 20:09 WIB
Terbitkan Larangan Cantrang, Menteri Susi Sembrono
Anggota DPR asal Hanura, Fauzi Amro - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Anggota DPR asal Hanura, Fauzi Amro mempertanyakan keluarnya Permen No 2/2015, Tentang Pelarangan Penggunan Alat Tangkap Cantrang yang minus uji publik.

"Susi ini, sejak awal memang sosok yang kontroversial. Seharusnya, sebelum mengeluarkan kebijakan, berdialog dulu-lah dengan pengusaha dan nelayan. Substansi dari kebijakan ini adalah menjaga konservasi, hayati dan nabati. Semuanya dijaga," kata Fauzi dalam sebuah dikusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/5/2017).

"Di Sumatera Barat, larangan cantrang ditolak masyarakat pesisir. Kemarin, ada demo kawan-kawan PKB, akhirnya di Jawa Tengah boleh cantrang. Nah, menurut saya kebijakan ini, kebijakan yang belum di uji coba ke publik," tambahnya.

Padahal, kata Fauzi, potensi laut Indonesia sangat besar. Kalau dirupiahkan, nilainya tidak kurang dari Rp365 triliun. "Jika dikelola dengan baik, akan sangat bermanfaat. Nilainya bisa dua kali lipat dari tax amnesty," kata Fauzi.

Fauzi bilang, setiap kebijakan yang diambil Menteri Susi, seharusnya didiskusikan terlebih dahulu. "Kebijakan cantrang atau pukat ini, harusnya didiskusikan dulu. Sehingga, apa tujuan Ibu Susi untuk menjaga konservasi laut, baik hayati maupun nabati, bisa terlaksana dengan lancar. Semuanya bisa terjaga dan tidak putus ikannya. Seharusnya, cantrang ada alat gantinya," kata Fauzi.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memaparkan alasan pelarangan penggunaan alat penangkap ikan jenis pukat atau cantrang yang mengancam ekosistem laut. Penggunaan alat ini sama dengan membuang potensi laut dan perikanan yang seharusnya bisa dinikmati oleh generasi di masa depan.

Saat ini, kata Susi, penggunaan cantrang ikan terbukti merusakkan sebagian besar kekayaan laut di sepanjang Pantai Utara Pulau jawa atau Pantura. Hal itu dicermati dari penurunan hasil tangkapan nelayan berupa udang, rajungan, dan berbagai jenis ikan di Pantura terjadi akibat over fishing dengan cantrang.

Susi menilai, seharusnya nelayan Indonesia bersyukur karena Indonesia hanya memberlakukan peralihan alat tangkap bukan moratorium penangkapan ikan seperti yang dilakukan beberapa negara lain.

"Orang lain moratorium total, di Thailand, China, Vietnam, dilarang tangkap ikan. Kita cuma pergantian alat tangkap. Tujuannya jangan sampai terjadi seperti Bagan Siapi-api. Dulunya surga ikan, akibat ekspoitasi jadi mati," kata Susi.

Cantrang ini yang menimbulkan konflik horizontal antar-nelayan dari zaman dahulu. Banyak nelayan yang tidak suka dengan kapal yang menggunakan cantrang. [ipe]

 
x