Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 04:45 WIB

Percantik Kuala Tanjung, Pelindo I Gandeng Belanda

Oleh : - | Sabtu, 13 Mei 2017 | 17:30 WIB
Percantik Kuala Tanjung, Pelindo I Gandeng Belanda
Direktur PT Pelabuhan Indonesia I (Persero/Pelindo I), Bambang Eka Cahyana - (Foto: ANTARA/Audi Alwi)
facebook twitter

INILAHCOM, Nusa Dua - Pembangunan tahap II Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, diperkirakan dimulai pada Agustus 2017.

Direktur PT Pelabuhan Indonesia I (Persero/Pelindo I), Bambang Eka Cahyana bilang, Pelindo I telah menjalin komunikasi dengan pihak Port of Rotterdam yang menjadi mitra untuk mengakselerasi percepatan pengembangan pelabuhan Kuala Tanjung.

"Kami sudah bicara dengan Port of Rotterdam sebagai mitra. Kalau bisa memang nanti paling tidak, Agustus sudah bisa kita mulai atau selambat-lambatnya kuartal IV tahun jni bisa mulai tahap kedua," kata Bambang di sela Konferensi Pelabuhan Dunia International Association of Ports and Harbors (IAPH) ke 30 di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/5/2017).

Bambang menjelaskan, awal Juni 2017, Pelindo I akan mengirimkan proposal terkait konsesi proyek pengembangan tahap kedua kepada Kementerian Perhubungan. Sedangkan pada akhir Mei, kedua perusahaan ini, akan menetapkan keputusan final investasi (Final Investment Decision/FID).

"Dari angka FID ini, kami akan sampaikan proposal minta agar proposal konsesi bisa segera dibahas sehingga kita akan bisa mulai pembangunan fisiknya," kata Bambang.

Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung tahap II, membutuhkan investasi US$3 miliar. Dalam kerja sama joint venture ini, Pelindo I berhak atas 51% saham, sisanya yang 49% menjadi jatah Port of Rotterdam. "Jadi itu namanya strategic partner, mereka 49 persen dan Pelindo I 51 persen," kata Bambang.

Bambang menambahkan, Port of Rotterdam bisa berinvestasi sepenuhnya diproyek tersebut sesuai besaran kepemilikan saham.

"Tapi tergantung berapa Port of Rotterdam mau taruh uangnya. Makanya nanti proyek ini juga akan dibawa ke Konferensi Tingkat Tinggi One Belt, One Road (KTT OBOR) tujuannya menawarkan peluang ke investor China untuk ikut masuk.

Pembangunan Kuala Tanjung sebagai hub internasional di Indonesia bagian barat ini terdiri dari empat tahap, yakni; tahap pertama adalah Terminal Multipurpose yang ditargetkan rampung pada 2015-2017.

Tahap kedua adalah pengembangan kawasan industri seluas 3.000 hektare pada 2016-2018, tahap ketiga adalah pengembangan Terminal Hub Peti Kemas Internasional atau Dedicated Terminal/Hub Port pada 2017-2019, dan tahap keempat adalah pengembangan kawasan industri terintegrasi atau kota pelabuhan pada 2021-2023.

Proyek yang dibangun di Kabupaten Batubara ini membutuhkan investasi sekitar Rp34 triliun dengan rincian, investasi tahap pertama Rp3 triliun, tahap kedua senilai Rp8 triliun, dan tahap ketiga senilai Rp23 triliun. [tar]

Komentar

 
x