Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 23:33 WIB

Pebisnis Makin Optimis Menatap Perekonomian RI

Oleh : - | Sabtu, 13 Mei 2017 | 19:30 WIB
Pebisnis Makin Optimis Menatap Perekonomian RI
VP Corporate Development & Market Research Forextime (perusahaan jasa finansial), Jameel Ahmad - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kondisi perekonomian Indonesia dinilai semakin mantap dan kondusif. Khususnya menyangkut indeks konsumen yang terus naik, membuat pelaku bisnis tambah optimis.

"Optimisme bagi kemampuan ekonomi Indonesia untuk membangun ketahanan domestik meningkat, setelah muncul berita indeks konsumen di Indonesia," kata VP Corporate Development & Market Research Forextime (perusahaan jasa finansial), Jameel Ahmad di Jakarta, Sabtu (13/5/2017).

Jameel mengingatkan, data Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa indeks konsumen mencapai 123,7 pada April. Atau meningkat tipis dibanding Maret sebesar 121,5.

Sebelumnya, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Bahlil Lahadalia mengatakan, capaian pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,1% pada kuartal I-2017, berhasil membangkit semangat dunia usaha yang sempat loyo.

Karena itu, ujar Bahlil Lahadalia lagi, momentum pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang terus diraih oleh Indonesia pada saat ini juga harus terus dijaga berbagai pihak. "PDB awal tahun ini bangkitkan optimisme kita," kata Bahlil.

Dirinya mengingatkan, secara siklus biasanya pertumbuhan ekonomi baru akan menguat pada periode kuartal III dan IV. Dihimbau, pelaku usaha bisa berperan serta membantu pemerintah menjaga momentum pertumbuhan tersebut, utamanya pelaku usaha besar.

Selain itu, ia juga menyebutkan perlu keberanian kolektif guna membantu pemerintah bersama korporasi-korporasi besar mengangkat perekonomian.

Hipmi juga berharap agar pemerintah menjaga belanja negara agar makin meningkat pada kuartal II-2017, meskipun pemerintah tengah melakukan pengetatan atau disiplin anggaran.

"Kalau pihak swasta berkolaborasi dengan belanja pemerintah mendorong pengeluaran yang besar tentu efeknya akan berlipat pada keseluruhan kegiatan ekonomi domestik," ujarnya lagi.

Bahlil mengatakan, pemerintah perlu memperkuat permintaan, sehingga dapat mendorong industrialisasi atau peningkatan kapasitas produksi dengan memperlancar serapan anggaran. [tar]

Komentar

 
x