Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 24 Juli 2017 | 15:38 WIB

Jonan Kampanye Hemat Energi dengan Lampu LED Surya

Oleh : - | Senin, 15 Mei 2017 | 08:09 WIB
Jonan Kampanye Hemat Energi dengan Lampu LED Surya
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Bukittinggi - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meninjau fasilitas lampu hemat energi Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan Bukittinggi.

"Lampu ini bentuk kampanye konservasi energi, agar bisa menghemat anggaran daerah dalam menerangi jalan," kata Jonan saat meninjau PJU di Bukittinggi, Sumatera Barat, akhir pekan lalu.

Kata Jonan, lampu tersebut bisa menyala dan redup sendiri, secara otomotis. Menyesuaikan dengan pasokan energi dari sinar matahari dan menggunakan sistem LED yang lebih hemat energi.

Kata Jonan, pagu untuk PJU 2017 sebesar Rp39,89 miliar. Khusus Sumatera Barat, jumlahnya sebesar Rp21 miliar, namun masih mungkin berubah.

Perhitungan nilai dari lampu tersebut lebih hemat dibandingkan lampu biasa, sebab menggunakan energi dari tenaga matahari dan retrofit dibandingkan sebelumnya yang menggunakan listrik.

Selain itu, Jonan juga meresmikan sumur bor air bersih bagi masyarakat di daerah Mandiangin, Bukittinggi, Sumatera Barat. "Daerah yang daratan tinggi pasti memerlukan sumur bor yang dalam dan sedotan kuat untuk mengalirkan air, setiap tahun pemerintah anggarkan untuk 200 sumur bor seluruh Indonesia," kata Jonan.

Ia mengatakan bantuan berupa sumur bor lebih bermanfaat bagi masyarakat karena air sangat bermanfaat bagi masyarakat.

"Saya biasanya meresmikan sumur minyak dan gas bumi (migas) skala besar, kali ini sumur air bagi masyarakat, saya kira ini justru yang langsung berdampak bagi masyarakat," ujar Jonan.

Sementara itu, Wali kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan bahwa masyarakat Bukittinggi masih memerlukan bantuan air bersih. Saat ini, Bukittinggi membutuhkan 400liter per detik, sedangkan kapasitas yang tersedia hanya 25liter per detik.

Bukittinggi sedang mengganti pipa saluran air sepanjang 24 kilometer dan masih membutuhkan sepanjang 250 kilometer lagi untuk memenuhi seluruh kebutuhan air bagi masyarakat.

Ramlan juga mengatakan saat ini masih mengkaji aliran listrik untuk bisa mengalirkan air tersebut dan diupayakan nantinya akan bisa gratis bagi warga.

"Kalau kita tidak pelihara bisa rusak sumur itu, nah ini sedang mengkaji biaya pemeliharaan dan listrik yang digunakan agar masyarakat bisa gratis memanfaatkan dan mendapatkan air tersebut," imbuhnya. [tar]

 
x