Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 26 Juli 2017 | 05:54 WIB

Sri Mulyani Peduli Korban Kecelakaan Lalu Lintas

Oleh : M fadil djailani | Senin, 15 Mei 2017 | 09:09 WIB
Sri Mulyani Peduli Korban Kecelakaan Lalu Lintas
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Mulai tahun ini, PT Jasa Raharja menaikkan nilai santunan asuransi kecelakaan transportasi umum dan korban kecelakaan lalu lintas. Kenaikannya hingga 100%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kenaikan santunan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat yang menjadi korban kecelakaan, merupakan bukti negara hadir.

"Memang kehilangan orang yang kita sayaangi tidak ternilai harganya, tapi (kenaikan pemberian santunan) ini merupakan bukti komitmen pemerintah dan negara dalam melayani masyarakat," kata Sri Mulyani dalam acara Sosialisasi Kenaikan Besar Santunan Korban Kecelakaan Penumpang dan Korban Kecelakaan Lalu Lintas Jalan, di Kementerian Keuangan, Jakarta, akhir pekan lalu.

Keputusan untuk mengerek santunan untuk korban kecelakaan transportasi umum dan korban kecelakaan lalu lintas ini, ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15/2017 tentang Besar Santunan dan Iuran Wajib Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Alat Angkutan Penumpang Umum di Darat, Sungai/Danau. Serta PMK Nomor 16/2017 tentang Besar Santunan dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

Selanjutnya, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengingatkan, masyarakat atau pengguna jalan, tetap berhati-hati saat berkendara. Khususnya menjelang arus mudik dan balik 2017 yang frekuensi kendaraan mengalami lonjakan.

Berikut rincian perubahan santunan untuk angkutan umum di darat, sungai/danau, feri/penyeberangan, dan laut:
1. Meninggal dunia (ahli waris) naik dari Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta.
2. Cacat tetap naik dari Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta.
3. Biaya perawatan luka-luka maksimal naik dari Rp 10 juta menjadi Rp 20 juta.
4. Penggantian biaya P3K dari tidak ada menjadi Rp 1 juta.
5. Penggantian biaya ambulans dari tidak ada menjadi Rp 500 ribu.
6. Biaya penguburan (jika tidak ada ahli waris) naik dari Rp 2 juta menjadi Rp 4 juta.

Sedangkan untuk angkutan udara tidak banyak yang berubah karena dari santunan meninggal dunia, cacat tetap, biaya perawatan luka-luka, dan penguburan jumlahnya sebelum perubahan PMK sudah sama dengan angkutan umum di darat, sungai/danau, feri/penyeberangan, dan laut. Yang berubah hanya biaya P3K dan ambulans yang sebelumnya tidak ada, menjadi Rp1 juta dan Rp500 ribu.

Sementara untuk santunan dan sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan, perubahannya juga sama dengan angkutan umum darat, laut, dan udara. Terutama untuk meninggal dunia, biaya P3K, dan ambulans. [ipe]

 
x