Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 13:40 WIB

Ketemu Xinping, Jokowi Minta Kenaikan Ekspor CPO

Oleh : - | Senin, 15 Mei 2017 | 14:10 WIB
Ketemu Xinping, Jokowi Minta Kenaikan Ekspor CPO
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Beijing - Pemerintah Indonesia meminta agar Pemerintah China meningkatkan ekspor sektor pertanian, khususnya minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO).

"Kami juga bahas kerja sama dalam konteks ekspor kelapa sawit. Jadi sekarang di Tiongkok sudah dikembangkan biodiesel kelas 5. Jadi untuk biodiesel ini memerlukan palm oil 5 persen. Karena itu, kebutuhan CPO Tiongkok berarti akan naik," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ditemui di Hotel Conrad Beijing, Minggu malam waktu setempat (14/5/2017)

Kata Retno, Presiden Joko Widodo dalam pertemuan bilateral dengan Presiden China, Xi Jinping menyampaikan kesediaan Indonesia untuk meningkatkan ekspor CPO.

Dan, kata Retno, Pemerintah China menanggapi positif tawaran tersebut. "Oleh karena itu mudah-mudahan ekspor kita di masa mendatang akan dapat ditingkatkan karena untuk mensupport biodiesel kelas 5 Tiongkok," kata Retno.

Selain menawarkan adanya peningkatan ekspor CPO, Jokowi mengundang Xi Jinping untuk menanamkan modal di industri turunan CPO.

Saat Jokowi bertemu Xi Jinping, menyaksikan penandatanganan tiga dokumen kerja sama, yang pertama yaitu pelaksanaan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Tiongkok pada 2017-2021 yang ditandatangani Menlu Retno bersama dengan Menlu RRC Wang Yi.

Kemudian dokumen kedua yaitu penandatanganan dokumen Kerja Sama Ekonomi dan Teknik Tiongkok-Indonesia yang ditandatangani oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro dengan Menteri Perdagangan Tiongkok Zhong Shan.

Kerja sama ketiga yang ditandatangani yaitu fasilitasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung oleh Direktur Utama PT KCIC Hanggoro dengan Direktur Utama Bank Pembangunan Nasional Tiongkok Hu Huaibang dengan nilai komitmen kerja sama sebesar US$4,498 miliar. [tar]

 
x