Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Mei 2017 | 09:32 WIB

Jelang Puasa dan Lebaran

Kebijakan HET Sudah Bagus tapi Belum Cukup

Oleh : M fadil djailani | Senin, 15 Mei 2017 | 16:09 WIB
Kebijakan HET Sudah Bagus tapi Belum Cukup
Ekonom Institut Pertanian Bogor (IPB), Mohammad Firdaus - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menjaga stabilitas harga bahan pangan menjelang Bulan Puasa dan Lebaran, bukan perkara mudah. Meski Kementerian Perdagangan telah menetapkan aturan HET (Harga Eceran Tertinggi) untuk ritel modern.

Ekonom Institut Pertanian Bogor (IPB), Mohammad Firdaus mengatakan, kebijakan HET cukup baik. Sehingga diharapkan harga kebutuhan pokok, seperti gula bisa maksimal Rp12.500/kilogram (kg), minyak goreng kemasan sederhana Rp11.000/liter, dan daging beku Rp80.000/kg.

"HET ini kan pedoman bagi pemerintah untuk pasar. Kalau untuk gula dan minyak goreng, saya yakin pasti aman, tapi kalau untuk daging, ini yang harus benar-benar diperhatikan," kata Firdaus kepada INILAHCOM, Jakarta, Senin (15/5/2017).

Kata Firdaus, pemerintah harus memastikan ketersediaan stok daging beku, karena sudah masuk aturan HET. Caranya bisa dengan mengimpor daging, atau memaksimalkan produksi sapi dalam negeri.

Dia mengatakan, mengapa stok daging harus dipastikan, karena menjelang Ramadan dan Lebaran, komoditas ini kerap mengalami gejolak harga. "Dengan demikian, impor daging beku dengan kualitas terbaik adalah solusi agar kebijakan HET bisa terus efektif," papar Firdaus.

Dia juga mengimbau agar pemerintah daerah mendukung sepenuhnya kebijakan HET tersebut agar ketika memasuki Ramadan dan Lebaran harga-harga kebutuhan pokok tetap stabil. Menurut dia, pemda-pemda juga harus memantau pelabuhan-pelabuhan tempat datangnya impor sapi.

Firdaus bilang, pemerintah perlu lebih gencar melakukan operasi pasar khususnya untuk komoditas daging beku. "Operasi pasar selain untuk menyeimbangkan harga juga untuk memantau supply pasar. Karena di negara-negara lain juga operasi pasar sudah jadi kebiasaan dan terus dilakukan," kata Firdaus.

Sementara, Direktur Utama PD Dharma Jaya, Marina, Ratna Dwi Kusumajati mengatakan, pihaknya siap mengeluarkan daging beku seharga Rp77.000 hingga Rp85.000/kg. Khusus untuk daging rawon, sop serta paha depan dan belakang, didatangkan sapi dari Australia dan Selandia Baru.

PD Dharma Jaya, kata Ratna, bakal menggelar Jakarta Great Sale untuk menjual kebutuhan pokok, dengan harga terjangkau. "Tapi kalau pemda dalam hal ini wali kota di Jakarta mau gelar operasi pasar, kami juga mendukung," kata Ratna.

Ratna menambahkan, dalam pembahasan HET, PD Dharma Jaya memang tidak hadir. Namun, selaku BUMD Pemprov DKI Jaqkarta yang bergerak di sektor pangan, pihaknya sangat mendukung HET. [ipe]

 
x