Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 25 Juli 2017 | 23:49 WIB

Toyota Biayai Pengembangan Mobil Terbang

Oleh : Bachtiar Abdullah | Senin, 15 Mei 2017 | 16:20 WIB
Toyota Biayai Pengembangan Mobil Terbang
Proyek mobil terbang - riset
facebook twitter

INILAHCOM, Tokyo ----Toyota bakal membiayai proyek mobil terbang yang ditsrgetkan dapat terbang pada 2018.

Toyota dan 14 anak perusahaannya berencana membenamkan duit lebih dari US$ 42,5 juta selama tiga tahun untuk mendukung tim pengembangan mobil terbang yang melibatkan sejumlah insinyur muda Toyota.

Pabrik mobil Jepang tersebut membayar insinyur sebesar US$ 274 ribu untuk mengembangkan kendaraan setara jet tempur yang dapat terbang 10 meter dari permukaan tanah.

Menggunakan teknologi drone untuk menghidupkan mesin mobil roda tiga yang berukuran hanya 9,5 kaki x 4 kaki, dan berkecepatan tertinggi 62 mil per jam (mph).

Mobil yang disemati label "Skydrive" ini direkayasa oleh kelompok cartivator (penggagas ide penciptaan barang masa depan) yang bermarkas di Jepang.Sementara para insinyur Toyota bekerja untuk proyek ini dibantu oleh kolega mereka tanpa minta imbalan, alias gratis, menurut laporan Nikei Asian Review , Senin (15/5/2017).

Mereka berharap model awal mobil terbang ini dapat digunakan untuk menyalakan api Olimpiade musim panas Tokyo 2020, dengan jadwal uji coba pada akhir 2018.

Beberapa perusahaan di Amerika Serikat, China, Jerman dan Belanda juga berusaha mengembangkan mobil terbang.

Lilium, sebuah kelompok cartivator bermarkas di Munich yang didukung oleh pendiri Skype Niklas Zennstrom, berhasil melakukan uji coba "taksi terbang" dengan lima penumpang pada April lalu. Taksi terbang milik Lilium dapat terbang sejauh 190 mil dengan kecepatan maksimum 186 mil per jam (mph)

Regultor aatau pemerintah harus diyakinkan bahwa mobil terbang dapat dipakai dengan aman sebelum dikeluarkan perudangan dan perizinan untuk mengoperasikannya secara komersial.

Raksasa teknologi global termasuk Google dan Tesla kabarnya tertarik dengan teknologi mobil tersebut.

Raksasa teknologi global termasuk Google dan Tesla dikatakan tertarik dengan teknologi baru tersebut

(Sumber:Nikei Asian Review;Jiji Pers;Japan Times)

 
x