Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 17 Agustus 2017 | 16:35 WIB

Hindari Rangkap Jabatan

CBA: OJK Harus Coret yang Kebelet Jadi Komut BEI

Oleh : - | Senin, 15 Mei 2017 | 17:55 WIB
CBA: OJK Harus Coret yang Kebelet Jadi Komut BEI
Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Terkait informasi Rahmat Waluyanto bakal masuk jajaran komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI), OJK harus membatalkannya. Jangan langgengkan tradisi rangkap jabatan dan kutu loncat.

Demikian disampaikan Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi kepada INILAHCOM, Jakarta, Senin (15/5/2017). "Saya kira, OJK harus bijaksana dan menegakkan aturan. Bagaimana mungkin, Wakil Ketua OJK yang sebentar lagi pensiun, sudah mengincar posisi lain. Sebaiknya OJK coret saja nama itu," kata Uchok.

Kata Uchok, komisioner OJK termasuk Rahmat Waluyanto yang menjabat wakil ketua dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berakhir 23 Juli 2017. Namun, apabila RUPS BEI yang diagendakan pada 23 Mei 2017 menetapkan Rahmat sebagai komisaris utama, menggantikan Robinson Simbolon, jelas bakal terjadi rangkap jabatan. "Saran saya, Pak Rahmat fokus saja untuk selesaikan tugas di OJK. Jangan memilih untuk menjadi kutu loncat. Tapi jadilah profesional yang bener," ujar Uchok.

Dia mengingatkan, komisioner OJK di bawah kepemimpinan Muliaman D Hadad, harus bisa bersikap adil dan bijak. Dalam artian, etika sebagai profesional harus dijunjung tinggi. "Kalau Pak Muliaman saya sudah bener. Di sisa jabatannya, dia ingin fokus selesaikan tugas dengan sungguh-sungguh. Jadi, kita harap beliau berani menolak keinginan anak buahnya itu," papar Uchok.

Menurut sumber INILAHCOM, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad tidak mengetahui dan tidak dilibatkan dalam prosesnya. Namun begitu, Rahmat sudah menginformasikan hal ini kepada Muliaman pada akhir pekan lalu.

Kalau benar Rahmat nantinya terpilih menjadi komisaris BEI maka jumlah pejabat negara yang menikmati rangkap jabatan, bertambah satu. Jelas-jelas, rangkap jabatan menabrak UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Selain Rachmat, ada sejumlah nama yang informasinya bakal masuk komisaris BEI. Mereka adalah Alexander Rusli (Indosat), John A Prasetyo (Akuntan Publik), Antony (KGI Sekuritas Indonesia), Zaki Mubarak (Bosowa Sekuritas). [ipe]

 
x