Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 September 2017 | 14:21 WIB

Jelang Puasa dan Lebaran

Kenapa Bawang Putih Mahal, Ini Kata Bos BPS

Oleh : M fadil djailani | Senin, 15 Mei 2017 | 18:09 WIB
Kenapa Bawang Putih Mahal, Ini Kata Bos BPS
Kepala Badan Pusar Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto - (Foto: Inilahcom/M Fadil Djailani)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Jelang Bulan Puasa, harga bawang putih di sejumlah daerah mengalami kenaikan hingga Rp70 ribu/kg. Salah satu pemicunya adalah minimnya bawang putih impor.

Kepala Badan Pusar Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto mengatakan, salah satu pemantik kenaikan harga bawang putih adalah tyerbatasnya bawang putih impor. Ketika persediaan tak bisa melayani permintaan, lahirkan kenaikan harga. "Sebanyak 90% bawang putih itu diimpor pada April. Impornya berkurang 2,6% sehingga memicu kenaikan harga yang tipis. Mudah-mudahan, menjelang Puasa bisa terkendali," kata Kecuk di Kantornya, Jakarta, Senin (15/5/2017).

Berdasarkan data BPS, total nilai impor bawang putih pada April 2017 sebanyak 24,82 juta kg. Atau setara dengan US$30,32 juta.

Angka tersebut lebih rendah ketimbang Maret 2017. Di mana, importasi bawang putih sebanyak 39,47 juta kg, senilai US$42,51 juta. "Jadi itulah, kenapa harga bawang putih naik. Salah satunya karena berkurangnya pasokan," kata Yunita Rusanti, Direktur Statistik Harga BPS.

Adapun negara-negara pemasok bawang putih ke Indonesia, kata Yunita, adalah China, India, dan Australia. Pada April, Indonesia mengimpor bawang putih dari China sebanyak 22,85 juta kg, nilainya US$28,73 juta. Turun dibanding Maret sebanyak 38,97 juta kg, senilai US$42,02 juta. "Penurunan impor bawang putih hanya dari China," kata Yunita.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bersama Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono, Ketua KPPU Syarkawi Rauf, perwakilan Dirjen Bea Cukai dan pengusaha serta Asosiasi Pengusaha Bawang Putih Indonesia, melakukan rapat koordinasi mengenai pengaturan Tata Niaga Bawang Putih.

Dalam rapat tersebut, Enggar menjabarkan sejumlah kebijakan yang ditempuh dalam rangka menjaga stabilitas stabilitas harga pangan menjelang Ramadan. Khusunya harga bawang putih yang saat ini sering bergejolak.

Adapun kebijakan tersebut adalah, pihak distributor, sub-distributor, atau agen pemasok pangan diwajibkan mendaftarkan jumlah stok, beserta lokasi gudang ke Kemendag. Ini menjadi syarat untuk mendapatkan Angka Pengenal Impor (API). Importir wajib menyampaikan posisi gudang secara berkala, serta melaporkan posisi stoknya.

Enggar mengingatkan para pelaku usaha agar tidak bermain-main dengan kepentingan masyarakat atau konsumen.

Sanksi berat disiapkan kepada mereka yang melanggar. Bisa berbentuk pencabutan hak dagang, penyegelan gudang dan masuh daftar hitam (black list) dari pemerintah.

Tak hanya menebar ancaman, Enggar menjanjikan adanya insentif kepada distributor, sub-distributor dan agen yang mematuhi atura. Pemerintah akan memeberikan perlindungan dan akan prioritas terkait perizinan impor.

Selanjutnya Enggar menyebutkan adanya kesimpulan dari rapat tersebut. Bahwa, harga bawang putih disepakati Rp38.000 per kg. Hanya saja, harga bawang putih masih di atasnya hingga sekarang. [ipe]

 
x