Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Mei 2017 | 09:32 WIB

Jelang Puasa dan Lebaran

Harga Masih Mahal, Pertanda Pengawasan Melempem

Oleh : M fadil djailani | Selasa, 16 Mei 2017 | 00:39 WIB
Harga Masih Mahal, Pertanda Pengawasan Melempem
Ekonom Pertanian, Bustanul Arifin - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kenaikan harga bahan pokok menjelang Puasa hingga Lebaran, merupakan siklus yang sulit dihindari. Semua karena masih lemahnya pengawasan dari pemerintah yang terkait soal pangan.

Ekonom Pertanian, Bustanul Arifin bilang, kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Puasa dan Lebaran, naga-naganya sulit dihindari. Selama pengawasan melempen, jangan harap harga bisa stabil. "Daerah perlu mengawasi kondisi stok pangan dan melakukan sinergi yang baik dengan pemerintah pusat," kata Bustanul kepada INILAHCOM di Jakarta, Senin (15/5/2017).

Bustanul bilang, pemerintah bisa memanfaatkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang tersebar di sejumlah daerah. Tim ini perlu dioptimalkan, khususnya dalam mengawasi dan memberikan data tentang ketersedian pangan. Selain juga menjadi pengendali inflasi.

Hanya saja, Bustanul terkesan pesimis bahwa gejolak harga berhasil diredam. Mendekati Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idhul Fitri, kenaikan harga memang sulit dihindari. Lantaran terjadi kenaikan permintaan yang signifikan. Sementara ketersediaan barang tidak mampu memenuhinya. "Pasti ada pergesaran harga, tapi yang paling penting adalah bagaimana pemerintah menjaga pergesaran harga ini, tidak terlalu besar," kata Bustanul.

Menurut dia, kenaikan harga di bawah 10%, masih tergolong normal. Namun kalau naiknya di atas 10% perlu dicermati. Apakah ada permainan dari spekulan atau aksi penimbunan. [ipe]

 
x