Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 13:39 WIB

Gaduh Rangkap Jabatan

Pengamat: Loloskan Wakil Ketua, OJK Bunuh Diri

Oleh : Iwan purwantono | Selasa, 16 Mei 2017 | 04:09 WIB
Pengamat: Loloskan Wakil Ketua, OJK Bunuh Diri
Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menyebut keinginan petinggi OJK Rahmat Waluyanto masuk komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI), tidak menunjukkan kelas profesional.

Saat berbincang dengan INILAHCOM, Jakarta, Senin (15/5/2017), Uchok menyarankan agar Rahmat mengurungkan niatnya itu. Kalau tetap memaksa, komisioner OJK harus kompak untuk menolaknya.

"Ini bakal memberikan imej negatif kepada OJK kalau dibiarkan. Seolah-olah OJK hanya tempat mencari jabatan. Bukan untuk berkarya atau mengabdi kepada bangsa dan negara," papar Uchok.

Dia bilang, komisioner OJK yang bakal purna tugas pada 23 Juli 2017, seharusnya fokus untuk menyelesaikan seluruh pekerjaannya. "Bukan malah cari celah untuk tetap berkuasa. Ini kan enggak betul. Saya kira, kalau memang rekam jejaknya bagus, masih banyak tempat yang lebih mulia, siap menampung," tutur Uchok.

Menurut sumber INILAHCOM, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad tidak mengetahui dan tidak dilibatkan dalam prosesnya. Namun begitu, Rahmat sudah menginformasikan hal ini kepada Muliaman pada akhir pekan lalu.

Kalau benar Rahmat yang kini masih menjabat Wakil Ketua Komisioner OJK (Otoritas Jasa Keuangan) nantinya terpilih menjadi komisaris BEI, maka jumlah pejabat negara yang menikmati rangkap jabatan, bertambah. Jelas-jelas, rangkap jabatan menabrak UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Selain Rahmat, ada sejumlah nama yang informasinya bakal masuk komisaris BEI. Mereka adalah Alexander Rusli (Indosat), John A Prasetyo (Akuntan Publik), Antony (KGI Sekuritas Indonesia), Zaki Mubarak (Bosowa Sekuritas). [ipe]

 
x