Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 09:44 WIB

Gaduh Rangkap Jabatan

Anggota DPR Bela Petinggi OJK Mau Jadi Komut BEI

Oleh : Iwan purwantono | Selasa, 16 Mei 2017 | 08:09 WIB
Anggota DPR Bela Petinggi OJK Mau Jadi Komut BEI
Anggota Komisi XI Willgo Zainar - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi XI Willgo Zainar membela Wakil Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Rahmat Waluyanto yang diplot menjadi komisaris utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kata politisi Gerindra ini, dari segi kapabilitas dan kredibilitas, Rahmat sangat pantas menjadi komisaris utama di BEI. "Dan itu sah-sah saja, menurut saya. Beliau punya kapasitas untuk posisi tersebut. Beliau kan sudah satu periode menjabat sebagai wakil ketua OJK," paparnya kepada INILAHCOM, Jakarta, Senin (15/5/2017).

Artinya, kata Willgo, pengalaman Rahmat sebagai regulator di OJK, sangatlah berguna dan relevan dengan posisi komisaris utama dalam mengawasi BEI. "Saya kira, tidak ada masalah. Kita dukunglah," tegas anak buah Prabowo ini.

Bagaimana dengan rangkap jabatan? kata Willgo, tidak juga perlu dikhawatirkan. Jabatan Rahmat Waluyanto sebagai Wakil Ketua OJK berakhir pada 23 Juli 2017. Sedangkan RUPS BEI direncanakan digelar pada Mei ini.
Kalau benar Rahmat terpilih sebagai komisaris utama BEI menggantikan Robinson Simbolon dalam RUPS BEI, tidak tepat juga kalau disebut rangkap jabatan. "Kan jedanya tidak lama. Sehingga pasca itu tidak ada lagi rangkap jabatan, seperti yang dikhawatirkan banyak kalangan," papar Willgo.

Sebelumnya, Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi melontarkan kritik kerasnya. "Saya kira, OJK harus bijaksana dan menegakkan aturan. Bagaimana mungkin, Wakil Ketua OJK yang sebentar lagi pensiun, sudah mengincar posisi lain. Sebaiknya komisioner OJK coret saja nama Rahmat," kata Uchok.

Menurut Uchok, seluruh komisioner OJK seharusnya fokus untuk menyelesaikan tugas yang berakhir pada 23 Juli 2017. Bukan malah mencari posisi di lembaga baru. "Saran saya, Pak Rahmat fokus saja untuk selesaikan tugas di OJK. Jangan memilih untuk menjadi kutu loncat. Tapi jadilah profesional yang bener," ujar Uchok.

Dia mengingatkan, komisioner OJK di bawah kepemimpinan Muliaman D Hadad, harus bisa bersikap adil dan bijak. Dalam artian, etika sebagai profesional harus dijunjung tinggi. "Kalau Pak Muliaman saya sudah bener. Di sisa jabatannya, dia ingin fokus selesaikan tugas dengan sungguh-sungguh. Jadi, kita harap beliau berani menolak keinginan anak buahnya itu," papar Uchok.

Menurut sumber INILAHCOM, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad tidak mengetahui dan tidak dilibatkan dalam prosesnya. Namun begitu, Rahmat sudah menginformasikan hal ini kepada Muliaman pada akhir pekan lalu.

Kalau benar Rahmat nantinya terpilih menjadi komisaris BEI maka jumlah pejabat negara yang menikmati rangkap jabatan, bertambah satu. Jelas-jelas, Ombudsman RI telah melontarkan kritik terhadap pejabat negara yang nyambi kerja sebagai komisaris BUMN atau lembaga lainn. Perilaku tersebut melanggar UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Tak main-main, Ombudsman RI bidang Ekonomi II, Ahmad Alamsyah Saragih menyebut 222 komisaris BUMN adalah pejabat pelayan publik. Nah, kalau Rahmat benar-benar ditetapkan sebagai Komut BEI maka jumlahnya beratmbah satu. [ipe]

Komentar

 
x