Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 11:10 WIB

BI Jamin Transaksi Bank Kebal Virus WannaCry

Oleh : - | Selasa, 16 Mei 2017 | 07:09 WIB
BI Jamin Transaksi Bank Kebal Virus WannaCry
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi, Bank Indonesia (BI) Tirta Segara - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Serangan siber virus Ransomeware WannaCry, bikin heboh. Apalagi sudah ada korbannya yakni RS Kanker Dharmais, Jakarta. Dikhawatirkan, virus ini menyerang sistem pembayaran di tanah air.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi, Bank Indonesia (BI) Tirta Segara sesumbar bahwa virus WannaCry tidak bisa masuk ke sistem pembayaran. Namun, langkah antisipasi terus dilakukan melalui penguatan keamanan sistem.

Hingga Senin (15/5/2017), penyelenggaran sistem pembayaran BI dan operasional Kantor Perwakilan BI di daerah tidak terdampak virus yang disebarkan kelompok peretas bernama Shadow Brokers. "Belum terkena virus, kami harap tidak ada," ujar Tirta.

Tirta bilang, kantor pusat BI serta Kantor Perwakilan BI di daerah, telah diinstruksikan untuk melakukan pemutakhiran perangkat lunak (software) keamanan untuk sistem pembayaran dan penyelesaian transaksi (settlement).

Untuk penyelesaian transaksi, layanan kliring di Real Time Gross Settlement (RTGS) dan juga Sistem Kliring Nasional BI (SKNBI), kata Tirta, tidak ada indikasi tercemari virus tersebut.

Bank peserta RTGS dan SKNBI juga melakukan kliring secara normal. Bank Sentral, kata Tirta, belum menerima laporan dari bank peserta RTGS dan SKNBI terkait gangguan virus Ransomeware WannaCry.

Namun, Tirta mengakui layanan internet di Kantor Pusat BI memang dimatikan sejak Minggu malam hingga Senin siang untuk pemutakhiran sistem. "Itu untuk antisipasi semalam kita memang tangkal dulu untuk arus keluar dan masuk. Kita memastikan seluruh komputer di BI untuk dimutakhirkan dulu sistemnya," ujar Tirta.

Sekedar informasi saja, Ransomware Wannacry merupakan virus yang disusupkan dalam perangkat perusak yang bekerja dengan mengunci sistem dan mengenkripsi data sehingga data tersebut tidak dapat diakses oleh pengguna hingga pengguna membayar uang tebusan dengan mata uang Bitcoin.

Indonesia dilaporkan sebagai salah satu dari ratusan negara yang terkena serangan siber Ransomware Wannacry. Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengimbau pengguna internet individu maupun lembaga, untuk memutakhirkan sistem keamanan dan operasi pada komputer masing-masing. [tar]

Komentar

 
x