Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Oktober 2017 | 10:02 WIB

Aprindo Sulit Cari Pasokan Minyak Goreng?

Oleh : Uji Sukma Medianti | Selasa, 16 Mei 2017 | 17:48 WIB
Aprindo Sulit Cari Pasokan Minyak Goreng?
Penjual minyak goreng eceran - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Jelang bulan puasa, Aprindo mengaku kesulitan dalam mendapatkan pasokan. Lantaran, distributor mengaku hanya mampu memasok 6 juta liter saja.

Kondisi ini tidak lama setelah Kementerian Perdagangan telah menetapkan tiga komoditas untuk dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) di toko ritel, diantaranya minyak goreng Rp 11.000.liter, gula pasir Rp 12.500/kg dan daging sapi Rp 80.000/kg.

Kemendag memfasilitasi Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan distributor untuk kerja sama dalam mengadakan dan menjual barangnya.

Namun, khusus untuk minyak goreng, Aprindo mengaku kesulitan dalam mendapatkan pasokan. Lantaran, distributor mengaku hanya mampu memasok 6 juta liter saja. Hal ini sangat jauh kekurangannya dibandingkan kebutuhan yakni 14 juta liter untuk lebaran tahun ini.

Salah satu produsen minyak goreng, PT Smart Tbk (SMAR), mengaku saat ini suplai minyak goreng untuk dijual seharga Rp 11.000/liter sudah lebih dari cukup.

"Saat ini suplai sudah lebih dari cukup. Kita juga lagi memaksimalkan suplai minyak goreng yang dijual Rp 11.000/liter yang ditetapkan Kemendag," jelas Joelianto, Direktur Produksi Minyak Goreng dan Produksi Olahan SMAR, kepada INILAHCOM, di Jakarta, Selasa (16/5/2017).

Menurutnya, sejauh ini tidak ada kendala berarti untuk memasok minyak goreng yang dijual kemasan seharga Rp 11.000/liter.

Begitupun dengan harga, menurutnya, sejauh ini harga minyak goreng curah dari pabrikan sudah dijual dengan harga Rp 9.600/liternya. Sementara jika sudah dikemas, pemerintah kini mematoknya dengan harga Rp 10.500/liter. "Jadi tidak ada masalah juga di harga," ungkapnya.

Dia mengaku, untuk pasokan bulan Mei, kurang lebih ada 600.000 liter untuk dipasok langsung ke toko ritel. Dimana, masih kata dia, produksi tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu.

"Yang pasti produksi tahun ini lebih tinggi dari tahun lalu, karena tahun lalu ada el nino," ujarnya. [hid]

Komentar

 
x