Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 September 2017 | 14:19 WIB

Ini Akibat Masyarakat Saling Borong Stok Pangan

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 16 Mei 2017 | 18:07 WIB
Ini Akibat Masyarakat Saling Borong Stok Pangan
Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia, Abdullah Mansuri - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Memasuki bulan Ramadhan dan Idul Fitri harga kebutuhan pokok biasanya moreket tajam, ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut salah satunya karena masyarakat memborong kebutuhan pokok sepanjang bulan Ramadhan.

"Biasanya 3 hari jelang puasa, masyarakat saling borong stok pangan," kata Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia, Abdullah Mansuri kepada INILAHCOM, Jakarta Selasa (16/5/2017).

Akibat hal ini, kata Mansuri, makin sedikitnya ketersedian bahan pokok di pasar, sehingga menyebabkan harga kebutuhan pokok menjadi lebih mahal.

"Stok di pasar makin sedikit, karena permintaan tinggi, akibatnya harga-harga kebutuhan pokok ikut-ikutan tinggi," paparnya.

Nah, kata Mansuri seharusnya pemerintah juga bisa melihat fenomena ini, dengan terus memberikan supply bahan pokok ke sejumlah pasar, sehingga ketersedian bahan pokok saat puasa bisa terus dijaga. "Harga juga pasti bisa dijaga," katanya.

Selama ini kata Mansuri mindset masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri adalah mahalnya kebutuhan pokok, sehingga ada kepanikan diawal-awal bulan Ramdhan.

"Masyarakat borong sembako lebih banyak, takut harga makin naik dan barang kosong, jadi ditimbun pribadi karena panik," jelasnya. [hid]

 
x