Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Mei 2017 | 09:32 WIB

Kadin DKI: HET Tak Cocok di Pasar Tradisional

Oleh : Uji Sukma Medianti | Selasa, 16 Mei 2017 | 18:53 WIB
Kadin DKI: HET Tak Cocok di Pasar Tradisional
Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Sarman Simanjorang - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengusaha menilai langkah pemerintah dalam menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sudah baik. Akan tetapi hal ini masih perlu dievaluasi baik-baik.

Hal ini lantaran, pemerintah memutuskan untuk memilih pasar ritel modern untuk menekan harga jual konsumen. Diantaranya gula pasir Rp 12.500/kg, minyak goreng Rp 11.000/liter dan daging sapi Rp 80.000/kg.

Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengatakan, pengusaha sebetulnya menyambut baik adanya HET, akan tetapi dirinya menyangsikan jika tujuannya untuk mengerek harga di pasar tradisional.

"Kami menyambut baik HET, tapi kalau sasarannya untuk pasar tradisional, jika pasokan mereka tidak lancar akan menjadi masalah, " ujarnya di Jakarta, Selasa (16/5/2017).

Dia menuturkan, jika dilihat dari sisi harga, tentu pasar ritel lebih bersifat mutlak dibandingkan pasar tradisional. Tentunya, di pasar ritel pembeli tidak bisa lagi menawar harga yang sudah ditetapkan oleh toko.

Padahal, lanjut dia, apapun alasannya, dari segi kemampuan daya beli masyarakat adanya di pasar tradisional. "Kalau pasar tradisional kadang-kadang ini suplainya tidak lancar mereka yang kasian," jelasnya.

Jadi seharusnya, kata dia, sebelum pemerintah menetapkan kebijakan HET untuk pasar ritel, pemerintah harus dapat memastikan pasokan untuk pasar tradisional juga seimbang.

"Jangan pemerintah hanya berpacu kpd pasar modern. Artinya mereka kan yang banyak suplai sehingga pasar tradisional stoknya kurang. Sehingga yang terjadi, pembeli beralih semua ke pasar modern. Pasar tradisional tertinggal," jelasnya.

Dengan begitu, barulah upaya menekan harga-harga di pasar tradisional bisa terkerek dengan kebijakan HET di pasar ritel modern karena adanya persaingan yang sehat.

"HET ini harus betul-betul berlaku untuk semua pihak dengan catatan suplai keduanya harus jalan," ungkapnya. [hid]

 
x