Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 28 Mei 2017 | 11:40 WIB

Catatan BI Ungkap Kenaikan Utang Luar Negeri 2,9%

Oleh : - | Rabu, 17 Mei 2017 | 06:09 WIB
Catatan BI Ungkap Kenaikan Utang Luar Negeri 2,9%
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat adanya kenaikan atas utang luar negeri Indonesia sebsar 2,9%, menjadi US$326,3 miliar pada triwulan I-2017.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara bilang, kenaikan utang ini dipicu pertumbuhan penarikan utang swasta lebih cepat jika dibandingkan triwulan IV 2016.
Dengan jumlah utang asing tersebut, lanjut Tirta, rasio ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 34%, atau stabil dibandingkan triwulan IV-2016. "Peningkatan ULN tersebut dipengaruhi oleh lebih kecilnya kontraksi pertumbuhan ULN swasta pada triwulan I 2017 dibandingkan triwulan sebelumnya," ujar Tirta di Jakarta, Selasa (16/5/2017).
Jika dibandingkan periode sama tahun lalu, rasio ULN terhadap PDB, turun sebesar 3%. Karena triwulan I-2016 mencapai 37%. Dan, BI mencatat pertumbuhan ULN swasta negatif pada triwulan I 2017, tepatnya -3,6% (yoy) menjadi US$159,9 miliar, atau setara 49% dari total ULN.
Khusus pertumbuhan utang swasta, kata Tirta, lebih tinggi dibandingkan triwulan IV-2016. Karena, pada triwulan IV-2016, pertumbuhan ULN swasta mencapai -5,5%.
Sementara utang pemerintah di triwulan I 2017 hanya naik 10%, atau lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2016 yang tumbuh 11%. Utang pemerintah hingga akhir Maret 2017 tercatat US$166,5 miliar, atau 51% dari total ULN.
"Posisi ULN swasta pada akhir triwulan I-2017 terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,5 persen," kata Tirta.
Selain dari debiturnya, ULN berdasarkan jangka waktu pengambilan menunjukkan posisi ULN jangka panjang mendominasi ULN Indonesia dengan total US$282,4 miliar, atau 86,5% dari total ULN. Artinya tumbuh 1,1% (yoy).
Sementara ULN berjangka pendek pada akhir triwulan I-2017 mencapai US$43,9 miliar, atau 13,5% dari total ULN. Berarti mengalami pertumbuhan 16,3% (yoy).
Namun terdapat indikator ULN yang naik, karena rasio utang jangka pendek terhadap cadangan devisa naik 36,1% pada triwulan I- 2017 dari 35,3% pada triwulan IV-2016.
"Bank Indonesia memandang perkembangan ULN pada triwulan I-2017 tetap sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional. Bank Indonesia terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta," kata Tirta. [tar]

Tags

 
x