Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 September 2017 | 19:54 WIB

Era Jokowi Agresif Bangun KEK Demi Ekonomi Daerah

Oleh : M fadil djailani | Rabu, 17 Mei 2017 | 14:27 WIB
Era Jokowi Agresif Bangun KEK Demi Ekonomi Daerah
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Era Joko Widodo tak hanya agresif membangun infrastruktur. Tapi juga membentuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di luar Jawa. Demi mengoptimalkan potensi ekonomi di daerah.

Saat ini, pemerintah menetapkan pembangunan 11 KEK, yakni KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan, KEK Sorong, KEK Morotai, KEK Bitung, KEK Palu, KEK Mandalika, KEK Tanjung Lesung, KEK Tanjung Kelayang, KEK Tanjung Api-Api, KEK Sei Mangkei, dan KEK Arun Lhokseumawe.

"KEK adalah bagian dari infrastruktur kegiatan ekonomi yang akan mendorong kegiatan investasi agar lebih menyebar ke seluruh Nusantara," ujar Menko Perekonomian Darmin Nasution dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Serah Operasionalisasi Aset Pemerintah di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Darmin yang juga Ketua Dewan Nasional KEK itu mengakui, saat ini, ada KEK yang mulai beroperasi, namun ada pula yang belum. Tentunya ada faktor khusus di daerah yang menarik bagi investor, misalnya keadaan alam.

Semisal, terang Darmin, KEK Mandalika sangat cocok untuk kegiatan pariwisata. Ada pula kawasan yang cocok untuk pengembangan hilirisasi hasil perkebunan, seperti KEK Sei Mangkei. "Kita percaya dengan kekhasan dan kekhususan yang dimiliki setiap kawasan dan insentif yang diberikan pemerintah, itu akan cukup menarik minat investasi," lanjut Darmin.

Pengembangan KEK ini ditandai dengan acara penandatanganan Nota Kesepahaman antara Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Penandatangan Nota Kesepahaman ini bertujuan untuk menjalin hubungan kerjasama dan kemitraan yang erat untuk mempercepat pembangunan dan pengembangan KEK, serta meningkatkan investasi anggota Kadin di kawasan tersebut.

Kedua, Serah Terima Operasional Aset Pemerintah di KEK Sei Mangkei dari Kementerian Perindustrian kepada PTPN III (Persero). Dengan serah terima pengelolaan aset tersebut pelayanan terhadap para investor yang ada dan calon investor di KEK Sei Mangkei diharapkan bisa meningkat untuk mendorong daya saing KEK Sei Mangkei.

Ketiga, penandatanganan MoU antara Badan Usaha Pengelola KEK dan para investor dengan perkiraan investasi lebih dari Rp6 Triliun. Ini meliputi penandatanganan MoU antara Direktur Utama PTPN III Persero dengan Direktur Utama PT Alternatif Protein Indonesia (API) dengan total investasi US$500 juta. Serta penandatanganan MoU antara Direktur Utama PT ITDC selaku Pengelola KEK Mandalika dengan 5 investor.

Kelima investor tersebut adalah PT Metro Lestari Utama untuk Pembangunan Hotel Bintang 5, investasi Rp250 miliar; Sky Wealth, perusahaan Malaysia membangun Hotel Bintang 5 dengan investasi Rp450 miliar; PT Bangun Megatama Wisata Mahadewi membangun hotel; PT Alam Hijau Permai melakukan penyertaan modal untuk Hotel Pullman; dan Jeju Olle Foundation, investor Korea untuk pembangunan Olle Walking Trail.

"Kita berharap betul, tiap kawasan khusus memiliki badan pengelola yang punya kapasitas untuk mengundang investor. Jangan sampai karena badan pengelolanya tidak begitu aktif, kawasan khusus itu tidak dikenal oleh investor," tegas Darmin. [ipe]

 
x