Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 September 2017 | 19:49 WIB

Mentan Amran Guyur Pasar 58 Ton Bawang Putih China

Oleh : - | Rabu, 17 Mei 2017 | 14:50 WIB
Mentan Amran Guyur Pasar 58 Ton Bawang Putih China
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memasok 58 ton bawang putih asal China (Tiongkok) ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Untuk menekan harga bawang putih menjelang Bulan Puasa.

Bawang putih tersebut dikirim dengan dua kontainer yang masing-masing berisi 29 ton untuk dijual di pasaran seharga Rp25.000/kg sehingga harga bawang putih yang semula mencapai Rp60.000 per kilogram di level konsumen dapat ditekan.

"Sejak pagi, harga turun. Yang biasanya Rp45 ribu, kita jual Rp25 ribu per kilogram. Artinya turun 44 persen. Setiap perusahaan yang mengirim bawang putih ke Pasar Induk Kramat Jati, sesuai laporan minimal dua kontainer tiap hari. Tidak ada alasan harga naik bergejolak," kata Amran di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu.

Dalam operasi pasar tersebut, Amran didampingi Wakapolri Komjen Syafruddin, Kapolda Metro Jaya M Iriawan dan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan.

Amran menjelaskan, kementerian pertanian dan kementerian perdagangan sepakat bahwa harga bawang putih tidak boleh di atas Rp38.000/kg.

Selain itu, 42 importir bawang putih sepakat tidak akan menjual komoditas tersebut di atas Rp38.000/kg. Mereka juga berjanji tidak akan menimbun bawang putih di gudangnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Bawang Putih Indonesia (APBPI), Piko Nyoto Setiadi mengatakan, sementara ini, dua kontainer memasok bawang putih ke Pasar Induk Kramat Jati. Nantinya, akan dikirim berturut-turut hingga sebelum Hari Raya Idul Fitri.

"Baru dua kontainer di Pasar Kramat Jati. Ada juga di Surabaya. Nanti akan dikirim berturut-turut hingga sebelum lebaran dari PT Citra Gemini Mulya. Ada 11 kontainer totalnya," kata Piko.

Piko menjelaskan, harga bawang putih yang diambil dari China, sebesar US$1.950 per metrik ton untuk dijual di pasar sebesar Rp25.000/kg. Dengan harga jual di Tiongkok yang masih fluktuatif sekitar US$2.700 hingga turun US$850 per metrik ton. Sebagian importir memang mengalami rugi, namun mereka akan untung pada stok bawang berikutnya.

"Ambil dari Cina masih mahal, sekarang sudah murah karena memang di Cina harganya masih terjadi fluktuatif. Menurut perhitungan itu rugi, tapi nanti stok-stok berikutnya baru untung," ungkap Piko. [tar]

 
x