Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 27 Mei 2017 | 13:08 WIB

Ini Sebabnya Harga Sembako Lebih Terkendali

Oleh : Uji Sukma Mediantila | Kamis, 18 Mei 2017 | 01:02 WIB
Ini Sebabnya Harga Sembako Lebih Terkendali
Pedagang Sembako di pasar tradisional - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta -- Kendati tetap berpotensi mengalami kenaikan harga, benarkah harga-harga kebutuhan pokok jelang puasa tahun ini lebih baik ketimbang tahun lalu?

Jika tahun lalu harga kebutuhan pokok jelang puasa sudah mulai meresahkan ibu-ibu rumah tangga sejak H-30, kali ini baru mulai terasa menjelang seminggu.

Hal ini memang dianggap lumrah terjadi, lantaran adanya mekanisme pasar. Semakin banyak permintaan, harga semakin mahal, apalagi jika tak tersedia pasokan.

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance, Enny Sri Hartati, menuturkan, di suatu sisi yang paling nyata pengaruhnya terhadap naiknya harga kebutuhan pokok jelang puasa dan hari raya adalah beras.

Menurut dia, hal ini terbantu dengan adanya panen raya yang jatuh pada triwulan I lalu.

"Triwulan I-2017 bertepatan dengan panen raya, bahkan terjadi deflasi 0,02% pada Maret lalu," ujarnya kepada INILAHCOM di Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Di samping karena adanya panen raya di awal tahun, pemerintah lewat Kementerian Perdagangan, juga menetapkan harga eceran tertinggi (HET) yang kerap naik saat bulan puasa tiba, yakni minyak goreng Rp11.000/liter, gula pasir Rp12.500/kg serta daging sapi Rp80.000/kg.

"Nah, itu sudah berkontribusi dalam pengendalian harga," ujar Enny.

Namun begitu, pemerintah kecolongan juga dalam mengantisipasi naiknya harga bawang putih. Padahal, Badan Pusat Statistik (BPS) sudah mengingatkan bahwa pada April 2017 bawang putih menyumbang inflasi yang cukup tinggi, yakni 0,03%.

Belakangan, nyatanya BPS mencatat bahwa pada April 2017 impor bawang putih turun 2,6%.

Berdasarkan data BPS, total nilai impor bawang putih pada April 2017 sebanyak 24,82 juta kg. Atau setara dengan US$30,32 juta.

Angka tersebut lebih rendah ketimbang Maret 2017. Di mana, impor bawang putih sebanyak 39,47 juta kg, senilai US$42,51 juta.

Sehingga ke depan, menurut Enny, pemerintah harus lebih sinkron dalam berkoordinasi dalam penyediaan data yang valid. Supaya tidak terlambat mengambil keputusan. [lat]

 
x