Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 25 Juli 2017 | 23:49 WIB

Impor Sapi Bakalan Australia Turun

Oleh : Uji Sukma Mediantila | Kamis, 18 Mei 2017 | 06:17 WIB
Impor Sapi Bakalan Australia Turun
Impor sapi Australia - (Foto: Inilahcom/Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta -- Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) telah mengimpor sapi bakalan sebanyak 135.662 ekor sampai April 2017.

Wakil Ketua Umum Bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Juan Permata Adoe, mengatakan, angka ini merupakan realisasi dari 42,2% dari Surat Persetujuan Impor (SPI), yang diajukan untuk tahun 2017.

Secara total, Gapuspindo, mengaku telah mendapatkan persetujuan impor sebanyak 319.877 ekor sapi bakal dari Australia.

Angka ini menunjukkan penurunan angka impor sapi bakalan dibandingkan tahun 2016. Dari data yang diberikan Juan kepada INILAHCOM, tahun lalu, Gapuspindo mengimpor sapi bakalan sebanyak 581.925 ekor.

Itupun sudah susut dari persetujuan impor yang diberikan sebanyak 608.887 ekor di tahun yang sama.

"Kita targetkan realisasi tahun ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya," ujar dia kepada INILAHCOM, di Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Dia menilai, realisasi impor sapi bakalan lebih rendah dibandingkan persetujuan impornya, lantaran menyesuaikan kebutuhan dalam satu tahun.

Namun begitu, Juan menyebut pihaknya punya alasan lain ihwal turunnya permintaan impor sapi bakalan. Hal ini dikarenakan pengusaha belum berani mengimpor sapi karena harganya yang masih tinggi.

"Market share sapi Australia sudah turun 30% dibandingkan tahun sebelumnya," katanya.

Menurut dia, ini terjadi akibat kebijakan Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan yang ketat menekan inflasi.

"Ini (market share turun 30%) karena kebijakan kemendag dan kementan yang luar biasa menekan inflasi sehingga harga daging sapi (dalam negeri) relatif stabil tertekan," tuturnya.

Di samping itu, juga adanya daging kerbau yang dijual seharga Rp80.000/kg cukup menekan harga daging sapi.

"Daya serap konsumen pada daging sapi Australia juga membuat market share sapi bakalan dari Australia menurun," jelas Juan. [lat]

 
x