Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 22 November 2017 | 14:18 WIB

PPI Juru Runding RI dalam Barter Sukhoi

Oleh : - | Kamis, 18 Mei 2017 | 10:11 WIB
PPI Juru Runding RI dalam Barter Sukhoi
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah menunjuk PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai negosiator imbal beli dengan Rostec, BUMN-nya Rusia. Terkait pengadaan pesawat tempur Sukhoi SU-35.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, pesawat tempur Sukhoi SU-35 dipilih sebagai pengganti F-5 Tiger milik TNI Angkatan Udara. Dalam hal ini, masing-masing negara menunjuk BUMN sebagai negosiator imbal-beli. "Kami menunjuk PPI yang mewakili kita, atas pembicaraan dengan Menteri BUMN. Pada dasarnya, PPI akan melakukan transaksi dagang dari sisi kita," kata Enggartiasto di Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Skema imbal beli merupakan suatu cara pembayaran barang yang mewajibkan pemasok luar negeri untuk membeli dan atau memasarkan barang tertentu dari Indonesia sebagai pembayaran atas seluruh atau nilai sebagian barang dari pemasok luar negeri.

Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 44/M-DAG/PER/6/2016 tentang Ketentuan Imbal Beli untuk Pengadaan Barang Pemerintah asal Impor, sebagai landasan hukum untuk instrumen tersebut.

Skema imbal beli tersebut wajib dilaksanakan pada program pengadaan barang asal impor, seperti oleh Kementerian/Lembaga (K/L), BUMN, BUMD, Lembaga Pemerintah Non Departemen, yang menggunakan APBN.

Selain imbal beli, instrumen lain yang bisa dipergunakan oleh pemerintah antara lain adalah barter atau pertukaran barang dengan barang lain, pembelian kembali dan offset atau pembelian barang dimana pemasok luar negeri menyetujui untuk melakukan investasi kerja sama produksi dan alih teknologi. "Jadi dari Rusia itu Sukhoi, mereka menjual pada Kemenhan. Pihak Rusia menunjuk badan usahanya, Rostec, kemudian kita dengan PT PPI," kata Enggar, sapaan akrab mendag.

Pemerintah menyatakan, produk yang ditawarkan pada skema imbal beli ini, masih akan dirundingkan dengan pihak Rusia. Pemerintah juga menyatakan akan membuka peluang pada berbagai produk unggulan dari dalam negeri yang sesuai dengan permintaan Rusia untuk menutup transaksi tersebut. [tar]

Komentar

 
x