Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 22 November 2017 | 14:13 WIB

Inilah Sasaran Distribusi Benih Bawang Putih

Oleh : Uji Sukma Medianti | Jumat, 19 Mei 2017 | 15:15 WIB
Inilah Sasaran Distribusi Benih Bawang Putih
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertani akan pasok benih bawang putih ke petani penangkar sebanyak 7.000 ton.

Direktur Utama Pertani, Wahyu, mengatakan, saat ini luas areal tanam yang telah disepakati seluas 1.365 hektar.

Luasan itu tersebar dalam enam wilayah, yakni di Bandung, Solok, Temanggung, Karanganyar, Bima dan Lombok Timur.

"Areal yang sudah disepekati 1.365 hektar pada tahap pertama. Kalau kali 5 ton untuk jadi benih (per hektar), hampir 7000 ton dalam 1 kali tanam," ungkap Wahyu di Kantor Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Wahyu mengaku, pihaknya memang mentargetkan 7.000 ton untuk menyediakan benih untuk meningkatkan tanam bawang putih.

Hingga saat ini, Wahyu, mengaku akan menyediakan benih dari dalam negeri. Belum ada niatan dari Pertani untuk impor benih dari bawang putih dari luar negeri.

"Ya produksinya konon (kalau pakai benih lokal) diameternya jauh lebih kecil, itu fakta," ujarnya.

Ke depan, lanjut dia, kalau pemerintah mengatur dan semangat untuk tanam bawang putih terus meningkat, dan petaninya terus bergairah dalam menanam bawang putih, tidak mustahil ada penelitian dari dalam maupun luar negeri untuk menghasilkan benih bawang putih yang kualitasnya lebih baik termasuk China.

Wahyu mengaku, pihaknya berupaya untuk menekan harga jual benihnya, supaya tidak memberatkan petani.

"Otomatis kalau dibandingkan, harga benih dengan harga konsumsi harganya lebih tinggi dari benih konsumsi. Itu wajar," jelasnya.

Selama ini harga jual benih bawang putih sekitar Rp 30 ribu/kg. Sementara harga konsumsi ditingkat petani Rp 25-28 ribu.

Wahyu mengaku akan menjual benih bawang putihnya dengan harga sekitar Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu.

"Itu kita maintain seperti itu supaya tidak terlalu mahal dan memberatkan petani," ungkapnya. [hid]

Komentar

 
x