Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 14:31 WIB

APBN Lebih Realistis, S&P Naikkan Kelas Indonesia

Oleh : M fadil djailani | Jumat, 19 Mei 2017 | 19:45 WIB
APBN Lebih Realistis, S&P Naikkan Kelas Indonesia
Standard and Poor's (S&P) - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Lembaga pemeringkat dunia, Standard and Poor's (S&P), mengerek naik peringkat surat utang Indonesia menjadi layak investasi (investment grade). Dari BB+ menjadi BBB-. Prospeknya stabil (stable).

Berdasarkan kajian S&P, Jumat (19/5/2017), kenaikan peringkat utang Indonesia ini, lantaran berkurangnya risiko fiskal. Sejalan dengan lebih realistisnya postur anggaran pemerintah.

Pihak S&P menyebutkan, postur anggaran fiskal saat ini, lebih realistis. Alhasil, potensi pelebaran defisit anggaran, bisa berkurang signifikan. "Langkah ini juga dapat mengurangi risiko peningkatan rasio utang pemerintah dan beban pembayaran bunga," tulis S&P.

Selain itu, S&P mempertimbangkan rasio utang Indonesia terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) yang berada dalam level moderat, yakni kisaran 30%. Artinya, perbaikan APBN ini, sangat menjadi concern S&P.

Kebijakan amnesti pajak yang sudah berakhir, diperkirakan bisa meningkatkan penerimaan negara. Dibarengi dengan kebijakan pengetatan belanja negara. Pihak S&P juga mengapresiasi Bank Indonesia yang dinilai dapat menjaga laju pertumbuhan ekonomi, dengan mengurangi dampak dari gejolak ekonomi dan keuangan global kepada stabilitas makroekonomi Indonesia.

Inflasi di Indonesia, menurut S&P, dapat dijaga dan sejalan dengan negara mitra dagang utama. Selain itu, independensi BI dalam menjaga pencapaian target kebijakan moneter. Penggunaan instrumen berbasis pasar dalam implementasi kebijakan moneter semakin besar, disertai penerapan fleksibilitas nilai tukar Rupiah yang semakin meningkat.

Menyikapi kajian S&P, Gubernur BI Agus Martowardojo bilang, Indonesia semakin diakui dunia terkait keberhasilan dalam menjaga stabilitas makroekonomi, serta sistem keuangan. Hal ini diharapkan menjadi energi positif bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

"Optimisme terhadap perkembangan ekonomi Indonesia ini juga dirasakan oleh pelaku pasar dan pemangku kepentingan lainnya. Untuk itu, BI akan terus menjaga stabilitas makroekonomi guna mendukung berlanjutnya upaya reformasi struktural Pemerintah dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif." kata Agus. [ipe]

Tags

Komentar

 
x