Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 27 Mei 2017 | 13:02 WIB

Ketahuan Timbun Pangan, Izin Impor Pasti Dicabut

Oleh : - | Sabtu, 20 Mei 2017 | 01:29 WIB
Ketahuan Timbun Pangan, Izin Impor Pasti Dicabut
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan telah mencabut izin importir pelaku penimbun bawang putih yang digerebek pada Rabu (17/5/2017) di Marunda, Jakarta.

"Saya sudah bertemu dengan Menteri Perdagangan RI dan kemarin telah mencabut izinnya," ujar Amran di sela membuka dan memantau operasi pasar di Pasar Induk Osowilangun Surabaya, Jumat (18/5/2017).

Tak hanya mencabut izin, Amran, memastikan perusahaan yang terbukti menimbun, tidak akan berdagang dan berbisnis bawang putih lagi di Indonesia. Alasannya, perilaku tersebut membuat resah masyarakat, terutama menjelang Ramadhan. "Termasuk sudah ada penetapan tiga tersangka kasus penimbunan bawang putih di Marunda yang saat ini ditangani serius oleh kepolisian," ucap Amran.

Sekedar mengingatkan, aksi penimbunan bawang putih terungkap saat tim gabungan Mabes Polri, Kementerian Pertanian dan Polda Metro Jaya menggerebek sebuah gudang di Marunda, Jakarta Utara. Ditemukan 182 ton bawang putih yang ditimbun, kondisinya hampir busuk.

Amran melanjutkan, pemerintah melalui kementerian perdagangan (Kemendag) telah membuat konsensus HET (Harga Eceran Tertinggi) dengan 42 importir sebesar Rp38 ribu per kilogram.

"Saat itu kami sudah ada perjanjian, tapi kok ada harga yang lebih tinggi di pasaran. Setelah turun ke lapangan untuk mengecek dan mencari tahu sumbernya, ditemukan penimbunan di Marunda," kata Amran.

Amran berharap, tak ada lagi pengusaha-pengusaha atau produsen yang menimbun bawang putih dengan maksud tertentu sehingga berpengaruh pada tingginya harga di pasaran.

Selanjutnya, menteri asal Sulawesi Selatan itu memuji pengusaha Surabaya dan Jawa Timur khususnya. Lantaran, hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai gejolak harga yang signifikan. "Kalau ada maka saya tidak segan-segan meminta aparat di Jatim, khususnya Polda Jatim, untuk menggerebek dan menindak pelakunya secara tegas," kata Amran. [tar]

 
x