Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Agustus 2017 | 09:55 WIB

Bau Amis di Uji Kelayakan dan Kepatutan OJK

Oleh : M fadil djailani | Senin, 22 Mei 2017 | 18:09 WIB
Bau Amis di Uji Kelayakan dan Kepatutan OJK
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sebelum menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and propert test) Komisioner OJK, Komisi XI DPR memanggil sejumlah ekonom guna mendapatkan masukan. Termasuk mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli.

Berdasarkan jadwal yang diperoleh INILAHCOM, Komisi XI menggelar rapat dengan para pakar pada Rabu (31/5/2017). Ada tiga pakar yang masuk daftar yakni Enny Sri Hartati (INDEF), Salamuddin Daeng (AEPI) serta mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli. "Kita mengundang banyak pihak, dari ahli hingga masyarakat," ujar Anggota Komisi XI asal Golkar, Mukhammad Misbhakun kepada INILAHCOM, Jakarta, Senin (22/5/2017).

Setelah mendengar paparan para pakar, Komisi XI memanggil panitia seleksi (pansel) OJK yang beranggotakan Menko Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Pertemuan yang berlangsung di hari yang sama ini, bakalan seru. Lantaran, Komisi XI sempat mempertanyakan profesionalitas serta kredibilitas hasil kerja pansel OJK.

Sedangan pelaksaan fit&propert test terhadap 14 calon komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dimulai pada Senin (5/6/2017). Hari pertama akan menguji empat orang yakni dua orang calok ketua yakni Wimboh Santoso (BI) dan Sigit Pramono (Himbara), serta calon wakil ketua sebagai ketua komite etik yakni Agus Santoso dan Riswinandi.

Di mana, berdasarkan sumber INILAHCOM, Sigit yang juga mantan Direktur Utama Bank BNI ini sempat menggelar pertemuan dengan vokalis Komisi XI M Misbakhun di sebuah hotel mewah di kawasan Senayan, Jakarta.

Hari kedua, empat nama yang diuji adalah calon Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap anggota, yakni Heru Kristiyana dan Agusman. Serta calon Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal merangkap anggota, yakni Nurhaida (OJK) dan Arif Baharuddin. Informasinya, Nurhaidi gencar melobi Ketum Golkar dan Ketua DPR Setya Novanto.

Hari ketiga, empat nama yang diuji adalah calon Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan dan Lembaga Jasa Keuangan lainnya merangkap anggota, yakni Edy Setiadi dan Hoesen. Serta calon Ketua Dewan Audit merangkap anggota OJK, yakni Haryono Umar (KPK) dan Ahmad Hidayat.

Hari terakhir, dua nama yang diuji adalah calon Komisioner bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, yakni Tirta Segara (BI) dan Firmanzah (akademisi).

Anehnya, keputusan dewan komisioner OJK yang berjumlah tujuh orang itu, ditetapkan hari itu juga. Berdasarkan agenda ditetapkan pada pukul 19.00 WIB. Keputusan secepat kilat ini, tentunya bisa wajar namun bisa pula tidak.

Bisa jadi, Komisi XI sudah punya pemenangnya. Karena lobi politik gencar dilakukan sebelumnya. Jadi, proses fit and propert test itu, hanya sekedar seremonial belaka. Waduh. [ipe]

 
x