Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 19:35 WIB

Ini Sebabnya Kursi Komisioner OJK Jadi Rebutan

Oleh : Uji sukma medianti | Selasa, 23 Mei 2017 | 01:09 WIB
Ini Sebabnya Kursi Komisioner OJK Jadi Rebutan
Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Komisi XI DPR bakal memilih tujuh dewan komisioner OJK (Otoritas Jasa Keuangan), termasuk ketuanya. Banyak calon yang kebelet dan menempuh cara-cara nekat.

Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng mengingatkan bahwa OJK yang berdiri UU Nomor 21 Tahun 2011 ini, berpotensi terjadi penyalahgunaan kekuasaan. "Dia (OJK) bisa buat regulasi, dia melakukan pengawasan dan menjatuhkan sanksi," jelas Salamuddin dihubungi INILAHCOM di Jakarta, Senin (22/5/2017).

Menurut Salamuddin, OJK memiliki suatu sistem politik yang ada dalam satu genggaman, sehingga peluang dalam penyalahgunaan jabatan sangat besar.

Di samping itu, OJK memiliki tugas untuk melakukan perluasan sektor keuangan. Baik dalam hal literasi juga kegiatan-kegiatan di sektor keuangan lainnya. "OJK memiliki tugas bagaimana orang mempunyai transaksi keuangan alias melek keuangan non tunai serta melakukan kegiatan-kegiatan di sektor keuangan," tutur Salamuddin.

Di suatu sisi hal itu memang positif tetapi jika terlampau liberal, hal ini dapat menyebabkan kondisi krisis keuangan.

Tentunya, masih belum luput dari ingatan, bahwa setiap krisis keuangan bermula dari liberalisasi sistem keuangan. Dan jika hal itu terjadi, maka krisis itu menjadi tanggung jawab negara. "OJK ini tidak di desain untuk bagaimana dia menjaga pasar (keuangan) agar tetap aman. Bukan itu desain awalnya tetapi bagaimana dia bisa membuka pasar keuangan," tutur Salamuddin.

Dalam konteks seleksi OJK ini, harus diperhatikan posisi kerawanan seperti itu. Saat ini, memang sudah ada Undang-Undang (UU) Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK) yang dibawahi oleh Kementerian Keuangan. Namun, hal itu akan menjadi tantangan lainnya bagi calon pemimpin OJK. "Dari situ (juga) ada kerawanan dalam koordinasi mereka di masa yang akan datang," jelasnya. [ipe]

Komentar

 
x