Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 27 Juni 2017 | 15:36 WIB

AEPI: Lobi Tertutup Calon OJK, Berbahaya

Oleh : Uji sukma medianti | Selasa, 23 Mei 2017 | 09:09 WIB
AEPI: Lobi Tertutup Calon OJK, Berbahaya
Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Masuk Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan memang menggiurkan. Wajar bila banyak yang mengincar. Bahkan menghalalkan segala cara demi bisa mendudukinya.

Belakangan tersiar informasi adanya sejumlah calon komisioner bertemu dengan elit parpol, bahkan anggota Komisi XI DPR. Padahal, pekan depan, Komisi XI DPR melakukan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and propert test terhadap 14 calon komisioner OJK. Untuk memilih 7 anggota komisioner termasuk ketuanya.

Saat ditanya soal lobi-lobi politik, Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng mengatakan tidak salah. Tapi, pertemuannya haruslah resmi. Dengan kata lain, Komisi XI DPR secara lembaga memanggil calon komisioner OJK.
"Kalau secara terbuka dipanggil DPR ya bagus-lah. Tapi kalau secara tertutup ya bahaya juga," jelas Salamuddin kepada INILAHCOM di Jakarta, Senin (22/5/2017).

Menurut Salamuddin, jangan sampai ada praktik lobi dari calon komisioner, demi mendapatkan jabatan yang cukup strategis di OJK. "Janganlah ada lobi-lobi tertutup. Terbuka saja ke publik (kalau memang bertemu). Sebab track record orang-orang ini kan jelas," ujar Salamuddin.

Salamuddin tak menampik, OJK sebagai lembaga yang baru lahir, berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK, memiliki kerawanan tinggi terhadap praktik penyalahgunaan wewenang.

Lantaran, OJK sejak awal di desain untuk melakukan pengaturan sistem keuangan, melakukan pengawasan dan mempunyai kewenangan menjatuhkan sanksi bagi siapa siapa yang melanggar aturan OJK. "Namun yang saat ini, semuanya clear," pungkasnya. [ipe]

 
x