Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Oktober 2017 | 21:09 WIB

DPR: Middle Income Trap Mengintili Indonesia

Oleh : M fadil djailani | Rabu, 24 Mei 2017 | 13:40 WIB
DPR: Middle Income Trap Mengintili Indonesia
Wakil Ketua Komisi XI DPR, Marwan Cik Asan - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebut, Indonesia harus berhasil mereguk pendapatan per kapita sebesar US$13 ribu pada 2030. Kalau gagal, Indonesia bisa masuk middle income trap.

Wakil Ketua Komisi XI DPR, Marwan Cik Asan, menilai, tak hanya soal pendapatan perkapita, yang perlu dikerek naik. Pertumbuhan ekonomi nasional harus diupayakan bisa di atas 10%. Jika Indonesia ingin terlepas dari jebakan middle income trap.

"Pertumbuhan ekonomi kita harus lebih besar lagi, kalau pertumbuhan ekonomi kita begini-begini saja sampai 2030, Indonesia akan terjebak dalam middle income trap. Butuh 10 persen supaya kita bebas dari jebakan itu," kata Marwan di Gedung BI, Jakarta, Rabu (24/5/2017).

Anak buah SBY ini bilang, cara untuk mengejar target tersebut, bisa dilakukan dengan melakukan sinergitas dan koordinasi yang benar antara pemerintah, BI, OJK, dan LPS. "Terus berkoordinasi menjalankan tugas serta fungsinya masing-masing untuk mencegah krisis. Empat institusi keuangan ini punya tugas masing-masing minimal menjaga tidak timbulnya gejolak sistem keuangan," kata Marwan.

Tugas dan fungsi tersebut, kata Marwan, tertulis jelas dalam UU Nomor 9/2016 tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (UU PPKSK). "Dalam UU itu disebutkan berulang kali bahwa ke-4 lembaga keuangan itu harus terus menerus berkoordinasi," tegas Marwan. [ipe]

Tags

Komentar

 
x