Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Juni 2017 | 01:54 WIB

Pengelolaan Wisata Alam Terus Jadi Perhatian KLHK

Oleh : - | Kamis, 25 Mei 2017 | 09:56 WIB
Pengelolaan Wisata Alam Terus Jadi Perhatian KLHK
(Foto: Dok)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mengungkapkan, sampai saat ini terdapat 45 pemegang Izin Usaha Penyedian Sarana Wisata Alam (IUPSWA), dan 16 pemegang persetujuan prinsip IUPSWA. Baru 33,3 persen yang berhasil memperoleh untung.

"Berdasarkan fakta dan hasil evaluasi, kinerja IUPSWA belum sesuai harapan. Sebanyak 73,3% sudah aktif, namun hanya 33,3 % yang memperoleh untung. Sisanya 4,4% tidak aktif, 9% belum melakukan pembangunan, dan 13,3% belum operasional karena baru terbit tahun 2016," ujar Plt. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Bambang Hendroyono, saat membuka Musyawarah Nasional Asosiasi Pariwisata Alam Indonesia (APAI) ketiga, di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu (24/05/2017).

Dengan kondisi tersebut, Bambang berharap APAI dapat berperan lebih aktif dalam memfasilitasi anggotanya yaitu para pemegang ijin pariwisata alam, untuk dapat meningkatkan kinerjanya. "Pengembangan pariwisata alam perlu didukung pembangunan fasilitas-fasilitas wisata alam, dan ini semua merupakan tanggung jawab pemegang IUPSWA, pengelola kawasan, serta pihak terkait lainnya," Bambang mengingatkan.

Bambang juga menyampaikan apresiasi kepada APAI yang telah menjalin kerjasama selama satu dasarwarsa ini, dan adanya Munas ini diharapkan dapat memperkuat komitmen pemegang ijin, dalam mendukung pariwsata alam di kawasan konservasi yang lestari dan berkelanjutan.

Munas APAI dilaksanakan setiap empat tahun sekali, dan kali ini dihadiri oleh Ketua APAI David Makes, Direktur Pemanfatan Jasa Lingkungan Hidup dan Konservasi (PJLHK), Is Mugiono, para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) seluruh Indonesia, serta anggota APAI.

APAI didirikan tanggal 28 Juni 2007 dengan tujuan menghimpun pemegang ijin pariwisata alam, dan menjaga pengelolaan pariwisata alam melalui pengembangan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Selain itu, APAI juga diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya dan mendukung program Ayo ke Taman Nasional.

Pariwisata alam merupakan salah satu sektor unggulan nasional yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Beberapa kawasan Taman Nasional (TN) dikenal sebagai kawasan pariwisata alam yang menjadi icon Indonesia, seperti TN Bromo Tengger Semeru, TN Komodo, dan TN Tanjung Puting. Dalam pengelolaannya Kementerian LHK menjalin kerjasama dengan APAI sejak 2007 silam. [*]

 
x