Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 23 November 2017 | 16:34 WIB

Inilah Ekonomi Berkeadilan Versi Menko Darmin

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 30 Mei 2017 | 13:38 WIB
Inilah Ekonomi Berkeadilan Versi Menko Darmin
Menko Perekonomian, Darmin Nasution - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menko Perekonomian, Darmin Nasution menegaskan pemerintah tetap komitmen untuk menuju ekonomi yang berkeadilan bagi masyarakat dari kalangan bawah hingga atas. Konkritnya seperti kebijakan transformasi anggaran, pemberian subsidi yang tepat sasaran.

"Apa yang dilakukan pemerintah sebetulnya di bidang anggaran, itu dimulai dengan melakukan transformasi dengan subsidi diubah menjadi pengeluaran infrastruktur untuk pendidikan, dan bantuan sosial," kata Darmin saat menjadi pembicara kunci dalam seminar yang dilakukan Kementerian Koordinatir Bidang Perekonomian bertajuk Indonesia Menuju Ekonomi Berkeadilan yang diselenggarakan di Museum Kebangkitan Nasional Jakarta, Selasa (30/5/2017).

Pada waktu itu mungkin semua menyadari hal yang nekat dan itu adalah upaya untuk yang pertama mencoba mendorong ketertinggalan yang sudah cukup jauh dalam pembangunan infrastruktur."

"Sebetulnya sudah lama juga disadari, kita sudah ketinggalan yang terlalu. Namun pemerintahan Pak Jokowi kemudian punya keteguhan sikap dan keberanian untuk memulai mengonsep subsidi menjadi pengeluaran yang produktif. Kemudian mengundang para investor juga yang melakukan investasi di bidang infrastruktur," tambahnya.

Kedua yang dilakukan pemerintah lanjut Darmin adalah mencoba merumuskan beberapa sektor fondasi ekonomi Indonesia seperti manufaktur, pariwisata hingga perikanan. Walaupun tidak bisa selalu dirumuskan dengan tajam, namun pemerintah mengupayakan, mendorong kembali sektor-sektor yang merupakan fondasi dari transformasi ekonomi.

"Yakni sektor industri manufaktur, sektor pariwisata, sektor perikanan, namun intinya adalah, ketiga pemerintah melihat betul hal itu fasilitasi kalau dilakukan deregulasi dan debirokratisasi sehingga kita semakin terbuka dan semakin menarik. Semakin kompetitif, untuk tujuan investasi baik investasi dari dalam atau luar negeri," katanya. [hid]

Komentar

 
x